das war einmal im Herbst
ich weiss nicht mehr, wann das genau war
nicht dieses Jahr
nicht vorletztes Jahr
vielleicht ein Jahr davor ?
aber ich weiss noch ganz genau
die Bäume und die Blätter waren nicht wie immer
die waren schön, aber wie !
die waren bunt
und überall lagen die.
das war einmal im Herbst
ich war nicht so ganz alleine
ich war nicht wie immer
ich war glücklich, aber wie !
nein, ich war nicht alleine
du warst da
wir waren zusammen
in einem einmaligen Herbst
aber ich weiss nicht mehr, wann das genau war
oder war das nur einen Traum ?
dann war das aber,
einen sehr schönen Traum.
Posts mit dem Label XO werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label XO werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Dienstag, 22. Oktober 2013
Dienstag, 4. Oktober 2011
membunuh J !
aku di sini
kamu di sana
j a r a k , dengan setia menjadi penengah
laiknya orang pongah
selalu minta diikut-ikutkan
diturutcampurkan
mungkin merasa dirinya anak semata wayang
bapa biyung harus tertuju mata kepadanya.
tapi aku benci dia
tanpa embel-embel
tanpa harus ada jabar alasan sebab asal muasal
aku hanya muak
karena dia selalu menengahi
antara aku dan kamu
karena aku jadi tak bisa langsung di sebelah mu
karena aku merasa dia lebih dekat dengan mu
( meskipun dia juga lebih dekat dengan ku
- dan aku tak mau ! )
dasar pongah
tak tahu kalau tak dimaui.
tapi kamu bilang sabar
karena dari j a r a k kita belajar
sisipkan rindu di sela-sela nya
kokohkan setia di kerangkanya
dan kamu juga bilang
rasa yang ditempa
akan lebih baik matangnya
kamu membela nya
si pongah itu
kamu percaya dia akan meraib dari tengah-tengah
aku hanya harus bersabar.
malam ini
dengan berkendara nokturno
aku berniat menghabisi saja riwayat si j a r a k.
dan kalau besok embun pertama
menetes di atap rumah mu
ketahuilah
akan ada bibir ku mengecup kening mu
tanpa ada lagi penengah kita
si makhluk pongah itu .
( untuk kamu, malam ini rindu nya sudah kelewatan. jadi maaf, biarkan tulisan ku yang kacau meracau :) . Do your work, Don't be Stupid. I am waiting !! :* :* )
kamu di sana
j a r a k , dengan setia menjadi penengah
laiknya orang pongah
selalu minta diikut-ikutkan
diturutcampurkan
mungkin merasa dirinya anak semata wayang
bapa biyung harus tertuju mata kepadanya.
tapi aku benci dia
tanpa embel-embel
tanpa harus ada jabar alasan sebab asal muasal
aku hanya muak
karena dia selalu menengahi
antara aku dan kamu
karena aku jadi tak bisa langsung di sebelah mu
karena aku merasa dia lebih dekat dengan mu
( meskipun dia juga lebih dekat dengan ku
- dan aku tak mau ! )
dasar pongah
tak tahu kalau tak dimaui.
tapi kamu bilang sabar
karena dari j a r a k kita belajar
sisipkan rindu di sela-sela nya
kokohkan setia di kerangkanya
dan kamu juga bilang
rasa yang ditempa
akan lebih baik matangnya
kamu membela nya
si pongah itu
kamu percaya dia akan meraib dari tengah-tengah
aku hanya harus bersabar.
malam ini
dengan berkendara nokturno
aku berniat menghabisi saja riwayat si j a r a k.
dan kalau besok embun pertama
menetes di atap rumah mu
ketahuilah
akan ada bibir ku mengecup kening mu
tanpa ada lagi penengah kita
si makhluk pongah itu .
( untuk kamu, malam ini rindu nya sudah kelewatan. jadi maaf, biarkan tulisan ku yang kacau meracau :) . Do your work, Don't be Stupid. I am waiting !! :* :* )
Samstag, 14. Mai 2011
cause it's you
catatan kecil ini, kembali ditujukan untuk "nya" ..
yang pastinya tahu.. untuk dirinyalah tulisan ini dilahirkan.
saya merasa semakin disadarkan, bahwa mencintai seseorang tidak lah harus muluk-muluk dan penuh persyaratan. mencintai seseorang bukan lah kenapa dan karena. mencintai seseorang,.. adalah walaupun.
terimakasih , kamu. untuk menghadirkan begitu banyak warna-warni baru dalam hidup saya. untuk menjadi teman bermimpi dan berangan-angan yang sangat ideal. untuk berani melawan dirimu sendiri, merubah hal-hal dari dalam mu, hanya untuk membuat saya lebih bahagia. untuk kesediaan membuka telinga, kapan saja saya butuh tempat bercerita. untuk semua waktu, materi, dan hal-hal dalam bentuk lain yang kamu kesampingkan, hanya untuk mempertahankan kestabilan hubungan dengan jarak ratusribuan mil ini.
am glad that i found you :*
über -sukida !! , XOXO
PS : am i now a sinner, just because i love you truly madly deeply ?
yang pastinya tahu.. untuk dirinyalah tulisan ini dilahirkan.
saya merasa semakin disadarkan, bahwa mencintai seseorang tidak lah harus muluk-muluk dan penuh persyaratan. mencintai seseorang bukan lah kenapa dan karena. mencintai seseorang,.. adalah walaupun.
terimakasih , kamu. untuk menghadirkan begitu banyak warna-warni baru dalam hidup saya. untuk menjadi teman bermimpi dan berangan-angan yang sangat ideal. untuk berani melawan dirimu sendiri, merubah hal-hal dari dalam mu, hanya untuk membuat saya lebih bahagia. untuk kesediaan membuka telinga, kapan saja saya butuh tempat bercerita. untuk semua waktu, materi, dan hal-hal dalam bentuk lain yang kamu kesampingkan, hanya untuk mempertahankan kestabilan hubungan dengan jarak ratusribuan mil ini.
am glad that i found you :*
über -sukida !! , XOXO
PS : am i now a sinner, just because i love you truly madly deeply ?
Mittwoch, 25. August 2010
so close, yet so far
Hai kamu,
setelah sekian lama tidak lagi menulis, kali ini tulisannya untuk kamu. Saya akan berusaha, memaparkan perasaan saya seadanya, tanpa menuliskan kata-kata yang termehek-mehek. Karena saya tahu, kamu tidak suka yang seperti itu..
Awal dari semuanya, saya ingin berterimakasih lebih dulu kepadamu. Terimakasih untuk ada nya kamu, terimakasih untuk menjadi diri kamu -- dengan segala kehebatan dan kekurangan mu, dan tentu saja terimakasih untuk rasa yang kamu punya untuk saya.
Kamu sering bertanya, meski lewat kelakar, sejak kapan saya menyimpan rasa untuk mu ? Sayangnya saya pun tidak tahu jawab pastinya. Tentu saja rasa itu hanya bermula dari desir kecil, yang kemudian di dalam saya, semakin bertumbuh dan bertambah besar dia. Saya tidak berniat untuk memeliharanya. Saya tidak punya maksud untuk membiarkannya tetap bercokol dalam hati saya. Namun saya tidak bisa apa-apa. Sudah saya coba, tidak menghiraukan rasa itu. Saya pikir, dengan begitu, dia akan mati sendiri. Seperti tanaman yang tidak disiram dan dipupuk, setelah kering, dia akan mati. Namun saya salah ! Rasa itu tetap terus mengakar dan mengokohkan dirinya dalam hati saya, meski tidak saya hiraukan. Rasa itu semakin nyata mengada. Sampai akhirnya saya menyerah, saya tidak bisa memungkiri keberadaannya lagi.
Tapi kalau kamu tanyakan, kapan itu ? Saya pun tidak punya jawabnya, Sayang. Yang saya tahu dengan pasti, hanyalah bahwa rasa itu sampai detik ini masih ada, sangat kuat, untuk kamu.
Kamu tidak perlu khawatir, kalau saya melukai diri saya sendiri, dengan rasa yang terlalu kuat itu. Jauh sebelum kamu khawatir, saya sudah memikirkan nya. Saya tahu, sedekat apa pun kita, akan ada satu dinding tebal yang membatasi. Dinding itu mungkin transparan, Sayang. Tidak semua bisa melihatnya. Tapi saya melihatnya, kamu juga. Kita dibatasi ! Kita tidak mungkin bisa bersama. Dan, kalau sampai nanti , dinding itu bertambah tebal, kalau batas diantara kita semakin diperketat, kalau kamu harus pergi, atau saya yang harus menjauh.. saya tahu, saya tidak akan tegar. Mungkin mata ini akan kembali basah. Mungkin hati ini akan kembali tersayat. Tapi tenanglah, Sayang. Saya akan kembali baik-baik lagi. Saya akan melepaskan mu, kalau memang itu yang terbaik.
Lewat tulisan ini, saya mau kamu tahu. Kamu tidak sendirian. Bukan kamu saja yang menanggung salahnya. Saya adalah separuh yang lain. Yang menanggung salahnya, atau bahkan saya adalah kesalahannya.
Maafkan saya, untuk terlahir dengan kulit yang lebih terang, dan mata yang lebih sipit daripada mu. Maafkan saya, untuk punya tatacara yang lain daripada mu saat bersujud di hadapanNya. Maafkan saya menyayangimu, dan menginginkanmu menyayangi saya.
PS : hei there,.. miss you already :*
setelah sekian lama tidak lagi menulis, kali ini tulisannya untuk kamu. Saya akan berusaha, memaparkan perasaan saya seadanya, tanpa menuliskan kata-kata yang termehek-mehek. Karena saya tahu, kamu tidak suka yang seperti itu..
Awal dari semuanya, saya ingin berterimakasih lebih dulu kepadamu. Terimakasih untuk ada nya kamu, terimakasih untuk menjadi diri kamu -- dengan segala kehebatan dan kekurangan mu, dan tentu saja terimakasih untuk rasa yang kamu punya untuk saya.
Kamu sering bertanya, meski lewat kelakar, sejak kapan saya menyimpan rasa untuk mu ? Sayangnya saya pun tidak tahu jawab pastinya. Tentu saja rasa itu hanya bermula dari desir kecil, yang kemudian di dalam saya, semakin bertumbuh dan bertambah besar dia. Saya tidak berniat untuk memeliharanya. Saya tidak punya maksud untuk membiarkannya tetap bercokol dalam hati saya. Namun saya tidak bisa apa-apa. Sudah saya coba, tidak menghiraukan rasa itu. Saya pikir, dengan begitu, dia akan mati sendiri. Seperti tanaman yang tidak disiram dan dipupuk, setelah kering, dia akan mati. Namun saya salah ! Rasa itu tetap terus mengakar dan mengokohkan dirinya dalam hati saya, meski tidak saya hiraukan. Rasa itu semakin nyata mengada. Sampai akhirnya saya menyerah, saya tidak bisa memungkiri keberadaannya lagi.
Tapi kalau kamu tanyakan, kapan itu ? Saya pun tidak punya jawabnya, Sayang. Yang saya tahu dengan pasti, hanyalah bahwa rasa itu sampai detik ini masih ada, sangat kuat, untuk kamu.
Kamu tidak perlu khawatir, kalau saya melukai diri saya sendiri, dengan rasa yang terlalu kuat itu. Jauh sebelum kamu khawatir, saya sudah memikirkan nya. Saya tahu, sedekat apa pun kita, akan ada satu dinding tebal yang membatasi. Dinding itu mungkin transparan, Sayang. Tidak semua bisa melihatnya. Tapi saya melihatnya, kamu juga. Kita dibatasi ! Kita tidak mungkin bisa bersama. Dan, kalau sampai nanti , dinding itu bertambah tebal, kalau batas diantara kita semakin diperketat, kalau kamu harus pergi, atau saya yang harus menjauh.. saya tahu, saya tidak akan tegar. Mungkin mata ini akan kembali basah. Mungkin hati ini akan kembali tersayat. Tapi tenanglah, Sayang. Saya akan kembali baik-baik lagi. Saya akan melepaskan mu, kalau memang itu yang terbaik.
Lewat tulisan ini, saya mau kamu tahu. Kamu tidak sendirian. Bukan kamu saja yang menanggung salahnya. Saya adalah separuh yang lain. Yang menanggung salahnya, atau bahkan saya adalah kesalahannya.
Maafkan saya, untuk terlahir dengan kulit yang lebih terang, dan mata yang lebih sipit daripada mu. Maafkan saya, untuk punya tatacara yang lain daripada mu saat bersujud di hadapanNya. Maafkan saya menyayangimu, dan menginginkanmu menyayangi saya.
PS : hei there,.. miss you already :*
Freitag, 23. Oktober 2009
jauh mu .
dimensi
ruang biru
jam dinding menyatakan waktu
bunyi kulkas
wangi kopi dan kebul asap rokok mu.
kamu
rambut panjang mu yang terikat
kaos coklat
celana panjang warna hitam
sepatu converse hitam dengan satu bintang
satu koper super besar
dan rokok yang tanpa henti kau hisap.
aku
... atau bukan aku ?
duduk ... tak mengada
memunguti air mata yang tidak rela dijatuhkan.
maka selesai sudah satu babak lagi - sia sia .
i don't want you to leave. never want you to leave.
ruang biru
jam dinding menyatakan waktu
bunyi kulkas
wangi kopi dan kebul asap rokok mu.
kamu
rambut panjang mu yang terikat
kaos coklat
celana panjang warna hitam
sepatu converse hitam dengan satu bintang
satu koper super besar
dan rokok yang tanpa henti kau hisap.
aku
... atau bukan aku ?
duduk ... tak mengada
memunguti air mata yang tidak rela dijatuhkan.
maka selesai sudah satu babak lagi - sia sia .
i don't want you to leave. never want you to leave.
Samstag, 19. September 2009
cause broken heart won't kill, if you don't let it happen
Seorang kenalan baru pernah bertanya kepada saya, apakah saya sedang dalam keadaan 'broken heart' yang sangat parah, setelah dia membaca salah satu postingan di blog saya ini. Saya tidak mampu menjawab pertanyaannya. Bukan karena saya tidak mau, bukan karena saya tidak ingin dia ikut campur perasaan saya, namun karena saya sendiri tidak tahu pasti.
Dalam keadaan seperti apakah, seorang manusia digolongkan sebagai seseorang yang sedang mengalami patah hati ? Dan skala apakah yang mampu mengkondisikan seberapa parah patah hati itu ?
Kehilangan yang sangat besar dan begitu menghantam diri saya, sudah pernah saya alami dua kali. Pertama, adalah saat saya kehilangan Oma. Oma adalah seseorang yang merawat saya dari bayi hingga saya hampir dua tahun. Oma bagi saya adalah seseorang yang selalu lembut, selalu mempunyai dongeng sebelum tidur, selalu wangi, selalu tertawa, selalu ramah, selalu memasak makanan enak, selalu cantik, dan yang paling indah adalah kenyataan bahwa dia selalu mengistimewakan saya. Oma saya harus pergi untuk selamanya saat saya kelas 3 SMA. Tidak berapa lama setelah saya menulis ujian akhir SMA. Saya rasa, saat itulah saya merasakan patah hati yang begitu mendalam. Saya tetap hidup seperti orang hidup. Bernafas, makan, tidur, berjalan, namun segala sesuatunya seperti tanpa esensi. Saya tidak bisa mempercayai seseorang yang sangat saya cintai itu tiba-tiba harus tertidur tanpa pernah bangun kembali. Tidak akan ada balasan saat saya menyapa, tidak akan ada lagi belaian di kepala saya saat saya mencium pipinya, matanya tidak akan terbuka lagi untuk melihat saya, dan suaranya tidak akan pernah saya dengar lagi. Saya terpuruk, saya merasa ditinggalkan, saya merasa kecil dan tidak berguna.
Kali kedua adalah saat seorang yang juga sangat saya cinta, seorang laki-laki muda yang saat itu bisa disebut teman spesial saya, tiba-tiba berhenti berbicara kepada saya. Sepertinya saya tidak pernah ada dalam hidupnya. Dia benar-benar komplit tidak mengacuhkan keberadaan saya lagi. Beberapa lama setelah aksi diam nya, tanpa menjelaskan satu pip pun kepada saya, saya mendengar bahwa dia mempunyai teman spesial baru. Dia punya cinta yang baru untuk seseorang yang baru. Saat itu saya benar-benar berpikir saya habis. Saya pikir saya akan pelan-pelan hilang tertelan perasaan saya sendiri yang serba terlalu. Terlalu sedih, terlalu kecewa, terlalu cemburu, terlalu marah, terlalu menyalahkan diri sendiri, terlalu nekad !
Kenyataannya adalah, saya masih ada sampai detik ini. Dua kali patah hati yang begitu dalam dan saya pikir akan memangsa jiwa saya sendiri lambat laun, tidaklah menjadi benar. Waktu membawa saya menjadi pulih dan kuat kembali. Bahkan mungkin jadi lebih kuat dari sebelumnya. Pikiran bahwa saya tidak akan mampu melewati semuanya itu, juga bukanlah suatu yang menjadi nyata. Awalnya memang berat, awalnya memang semua menjadi lebih gelap dan lebih dingin. Namun suatu pagi saya menemukan mata saya tidak lagi basah dan bengkak. Suatu hari saya menyadari bahwa saya mampu membicarakan kepergian Oma saya, atau keputusan mantan teman spesial saya itu, tanpa ada rasa sakit di dada. Bahkan sekarang ini, kalau saya sedang menuliskan semuanya, saya hanya merasa sedikit getir, namun saya tidak lagi bersedih hati, saya tidak harus lagi meneteskan airmata. Saya bangga dan bahagia untuk segala liku yang boleh saya lewati, lebih lagi kalau saya berhasil melewatinya dengan baik dan mampu meneruskan perjalanan saya.
Apakah saat ini saya kembali mengalami patah hati itu ? Apakah patah hatinya parah, bahkan lebih parah dari dua sebelumnya ? Saya tidak tahu ..
Saya tahu saya akan mengalami 'kehilangan' sekali lagi. Dan kali ini, beda seperti dua sebelumnya. Saya yang akan menghilang. Saya yang akan menutup semua celah, agar saya dan dia tidak mungkin lagi saling bertemu. Bukan karena saya tidak meninginkannya lagi. Justru sebaliknya, semakin hari saya semakin kecanduan akan dirinya. Bukan karena dia melakukan suatu kesalahan dan saya tidak bisa memaafkannya, justru sebaliknya keputusan saya lah yang mungkin tidak termaafkan. Bukan karena rasa saya untuknya berubah, justru karena saya tidak berubah sama sekali, tidak jiwa, tidak raga, untuk itu lah saya harus pergi. Untuk apa semuanya ini saya lanjutkan, kalau saya 100% pasti, bahwa tidak ada masa depan untuk satu hal ini ?
Saya yang akan pergi, saya yang akan menghilang, tapi saya juga yang akan kehilangan dia setengah mati.
Belum ada yang tahu, apa saya akan mengalami patah hati yang parah ? Dan apakah akan lebih parah dari sebelum-sebelumnya. Toh saya tidak akan mengukurnya. Buat saya, semuanya itu sama. Menyedihkan !
Namun dengan berjalannya waktu, saya percaya luka akan kembali tertutup. Saya percaya segala sesuatu yang awalnya mustahil untuk dijalani, perlahan akan menjadi suatu kebiasaan. Saya akan terbiasa hidup tanpanya. Saya akan terbiasa tidak lagi mendengar suaranya. Saya akan berhenti merindukannya dan memanggil namanya dalam hati. Saya tahu, semuanya akan kembali baik-baik saja.. separah apapun hati ini pernah atau akan patah.
PS : dear XO, countdown really counts now.. I'll make sure I'll completely disappear. As if.. I were never exist.
Dalam keadaan seperti apakah, seorang manusia digolongkan sebagai seseorang yang sedang mengalami patah hati ? Dan skala apakah yang mampu mengkondisikan seberapa parah patah hati itu ?
Kehilangan yang sangat besar dan begitu menghantam diri saya, sudah pernah saya alami dua kali. Pertama, adalah saat saya kehilangan Oma. Oma adalah seseorang yang merawat saya dari bayi hingga saya hampir dua tahun. Oma bagi saya adalah seseorang yang selalu lembut, selalu mempunyai dongeng sebelum tidur, selalu wangi, selalu tertawa, selalu ramah, selalu memasak makanan enak, selalu cantik, dan yang paling indah adalah kenyataan bahwa dia selalu mengistimewakan saya. Oma saya harus pergi untuk selamanya saat saya kelas 3 SMA. Tidak berapa lama setelah saya menulis ujian akhir SMA. Saya rasa, saat itulah saya merasakan patah hati yang begitu mendalam. Saya tetap hidup seperti orang hidup. Bernafas, makan, tidur, berjalan, namun segala sesuatunya seperti tanpa esensi. Saya tidak bisa mempercayai seseorang yang sangat saya cintai itu tiba-tiba harus tertidur tanpa pernah bangun kembali. Tidak akan ada balasan saat saya menyapa, tidak akan ada lagi belaian di kepala saya saat saya mencium pipinya, matanya tidak akan terbuka lagi untuk melihat saya, dan suaranya tidak akan pernah saya dengar lagi. Saya terpuruk, saya merasa ditinggalkan, saya merasa kecil dan tidak berguna.
Kali kedua adalah saat seorang yang juga sangat saya cinta, seorang laki-laki muda yang saat itu bisa disebut teman spesial saya, tiba-tiba berhenti berbicara kepada saya. Sepertinya saya tidak pernah ada dalam hidupnya. Dia benar-benar komplit tidak mengacuhkan keberadaan saya lagi. Beberapa lama setelah aksi diam nya, tanpa menjelaskan satu pip pun kepada saya, saya mendengar bahwa dia mempunyai teman spesial baru. Dia punya cinta yang baru untuk seseorang yang baru. Saat itu saya benar-benar berpikir saya habis. Saya pikir saya akan pelan-pelan hilang tertelan perasaan saya sendiri yang serba terlalu. Terlalu sedih, terlalu kecewa, terlalu cemburu, terlalu marah, terlalu menyalahkan diri sendiri, terlalu nekad !
Kenyataannya adalah, saya masih ada sampai detik ini. Dua kali patah hati yang begitu dalam dan saya pikir akan memangsa jiwa saya sendiri lambat laun, tidaklah menjadi benar. Waktu membawa saya menjadi pulih dan kuat kembali. Bahkan mungkin jadi lebih kuat dari sebelumnya. Pikiran bahwa saya tidak akan mampu melewati semuanya itu, juga bukanlah suatu yang menjadi nyata. Awalnya memang berat, awalnya memang semua menjadi lebih gelap dan lebih dingin. Namun suatu pagi saya menemukan mata saya tidak lagi basah dan bengkak. Suatu hari saya menyadari bahwa saya mampu membicarakan kepergian Oma saya, atau keputusan mantan teman spesial saya itu, tanpa ada rasa sakit di dada. Bahkan sekarang ini, kalau saya sedang menuliskan semuanya, saya hanya merasa sedikit getir, namun saya tidak lagi bersedih hati, saya tidak harus lagi meneteskan airmata. Saya bangga dan bahagia untuk segala liku yang boleh saya lewati, lebih lagi kalau saya berhasil melewatinya dengan baik dan mampu meneruskan perjalanan saya.
Apakah saat ini saya kembali mengalami patah hati itu ? Apakah patah hatinya parah, bahkan lebih parah dari dua sebelumnya ? Saya tidak tahu ..
Saya tahu saya akan mengalami 'kehilangan' sekali lagi. Dan kali ini, beda seperti dua sebelumnya. Saya yang akan menghilang. Saya yang akan menutup semua celah, agar saya dan dia tidak mungkin lagi saling bertemu. Bukan karena saya tidak meninginkannya lagi. Justru sebaliknya, semakin hari saya semakin kecanduan akan dirinya. Bukan karena dia melakukan suatu kesalahan dan saya tidak bisa memaafkannya, justru sebaliknya keputusan saya lah yang mungkin tidak termaafkan. Bukan karena rasa saya untuknya berubah, justru karena saya tidak berubah sama sekali, tidak jiwa, tidak raga, untuk itu lah saya harus pergi. Untuk apa semuanya ini saya lanjutkan, kalau saya 100% pasti, bahwa tidak ada masa depan untuk satu hal ini ?
Saya yang akan pergi, saya yang akan menghilang, tapi saya juga yang akan kehilangan dia setengah mati.
Belum ada yang tahu, apa saya akan mengalami patah hati yang parah ? Dan apakah akan lebih parah dari sebelum-sebelumnya. Toh saya tidak akan mengukurnya. Buat saya, semuanya itu sama. Menyedihkan !
Namun dengan berjalannya waktu, saya percaya luka akan kembali tertutup. Saya percaya segala sesuatu yang awalnya mustahil untuk dijalani, perlahan akan menjadi suatu kebiasaan. Saya akan terbiasa hidup tanpanya. Saya akan terbiasa tidak lagi mendengar suaranya. Saya akan berhenti merindukannya dan memanggil namanya dalam hati. Saya tahu, semuanya akan kembali baik-baik saja.. separah apapun hati ini pernah atau akan patah.
PS : dear XO, countdown really counts now.. I'll make sure I'll completely disappear. As if.. I were never exist.
Dienstag, 15. September 2009
little confession
bingung
sudah saya susun kata demi kata
lalu saya hapus lagi
ngga ada yang pas !
saya tidak kenal diri saya lagi
kalau orang mau bilang saya lebih dungu dari keledai
monggo, toh memang saya dungu
mengulang kesalahan yang sama dua kali.
kalau orang bilang saya buta dan tuli
monggo juga, saya sengaja mematikan indra saya.
saat ini saya hanya ingin mencoba jujur kepada diri saya sendiri
bukan pada segala teori, rumus, atau tetek bengek yang mengekang
saya hanya ingin tidak munafik kepada diri saya sendiri.
jadi di sini lah saya
dengan singkat padat jelas
hanya ingin memberitahu mu
i miss you
sangat bahkan !
lalu saya hapus lagi
ngga ada yang pas !
saya tidak kenal diri saya lagi
kalau orang mau bilang saya lebih dungu dari keledai
monggo, toh memang saya dungu
mengulang kesalahan yang sama dua kali.
kalau orang bilang saya buta dan tuli
monggo juga, saya sengaja mematikan indra saya.
saat ini saya hanya ingin mencoba jujur kepada diri saya sendiri
bukan pada segala teori, rumus, atau tetek bengek yang mengekang
saya hanya ingin tidak munafik kepada diri saya sendiri.
jadi di sini lah saya
dengan singkat padat jelas
hanya ingin memberitahu mu
i miss you
sangat bahkan !
Sonntag, 26. Juli 2009
love hurts !
sebuah tulisan yang ditemani dengan gelas ketiga dari sebuah minuman yang berwarna kecoklatan dengan berkadar alkohol tidak terlalu rendah ( meskipun juga tidak terlalu tinggi ). saya mulai menyadari cerebellum saya tidak lagi bisa memegang kendali pada semua fungsi motorik saya. Kortikospinalis saya tidak sepenuhnya lagi mengirimkan sinyal sinyal yang benar ke jari-jari saya ( saya harus berkali-kali membenahi susunan huruf-huruf ini, untuk mendapatkan kata yang benar ).
saat ini saya hanya ingin menenggelamkan diri, pada suatu apapun, terserah apa itu, tak peduli warna bentuk atau konsisten nya, saya hanya ingin melarikan diri ke sesuatu yang bukan kamu.
beberapa puluh soal fisika sudah saya kerjakan, tapi kamu tetap melebur di dalamnya. debu-debu di karpet dan jendela kamar sudah saya singkirkan rapih dengan vacuum cleaner andalan saya, tapi kamu merubah wujudmu menjadi debu-debu kecil yang hampir tak terlihat itu. kamu ada dimana - mana. juga di setiap lagu, yang saya setel keras-keras untuk menghilangkan fokus saya dari kamu ! TIDAK BERHASIL ! saya justru semakin terperangkap ke dalam mu, masuk menjadi satu dengan mu dan semua perubahan wujud mu.
setan alas !! seharusnya saya tahu, saya tidak boleh terlalu dekat dengan mu. seharusnya saya tahu, hubungan saya dan kamu tidak akan kemana-mana. mata kamu tidak sesipit mata saya. kamu mempunyai mata yang lebar , lengkap dengan kelopakmata yang indah. kulit mu lebih gelap dari saya. saya mempunyai warna kulit yang lebih terang dari mu. saya mengucap doa doa yang tidak kamu kenal. kamu punya tatacara mu sendiri untuk bersujud di hadapan Nya.
seharusnya saya sadar, tidak akan ada seorang pun yang mengijinkan saya menaruh rasa padamu. tidak akan ada seorang pun yang akan menghujani saya dengan ibu jari dan mengatakan saya hebat. seharusnya saya sadar, yang akan saya dapat adalah hanya cercaan. seharusnya saya sadar, seberapa besarnya saya mencintai mu, cinta itu tidak akan pernah cukup menghancurkan dindingnya !
saya sedang menuangkan isi botol minuman itu lagi ke gelas saya. saya harap dia akan segera menyerang lobus vestibulocerebellum di otak kecil saya. dan kalau hal itu terjadi, kalau akhirnya dia mengirim sinyal ke area postrema saya, dan area postrema saya siap menstimulasi tractus solitarii saya, saya bisa memuntahkan semua isi lambung saya, saya harap saya juga bisa memuntahkan semua isi kepala dan hati saya. saya ingin kamu keluar !! saya mau peredaran darah saya bersih dari kamu. biar saya tidak berdegup lagi saat harus mendengar suara mu. biar tidak ada lagi kupukupu di perut saya berterbangan saat saya harus menatap mata mu. biar saya tidak lagi lapar dan haus akan mu, saat kamu tidak ada.
saya tahu, ini permohonan yang terlambat. tapi sumpah ! saya tidak ingin jatuh cint* padamu !! tidak sekarang, nanti atau kapan pun.
get out of my mind !!!! you drive me crazy !!!!
saat ini saya hanya ingin menenggelamkan diri, pada suatu apapun, terserah apa itu, tak peduli warna bentuk atau konsisten nya, saya hanya ingin melarikan diri ke sesuatu yang bukan kamu.
beberapa puluh soal fisika sudah saya kerjakan, tapi kamu tetap melebur di dalamnya. debu-debu di karpet dan jendela kamar sudah saya singkirkan rapih dengan vacuum cleaner andalan saya, tapi kamu merubah wujudmu menjadi debu-debu kecil yang hampir tak terlihat itu. kamu ada dimana - mana. juga di setiap lagu, yang saya setel keras-keras untuk menghilangkan fokus saya dari kamu ! TIDAK BERHASIL ! saya justru semakin terperangkap ke dalam mu, masuk menjadi satu dengan mu dan semua perubahan wujud mu.
setan alas !! seharusnya saya tahu, saya tidak boleh terlalu dekat dengan mu. seharusnya saya tahu, hubungan saya dan kamu tidak akan kemana-mana. mata kamu tidak sesipit mata saya. kamu mempunyai mata yang lebar , lengkap dengan kelopakmata yang indah. kulit mu lebih gelap dari saya. saya mempunyai warna kulit yang lebih terang dari mu. saya mengucap doa doa yang tidak kamu kenal. kamu punya tatacara mu sendiri untuk bersujud di hadapan Nya.
seharusnya saya sadar, tidak akan ada seorang pun yang mengijinkan saya menaruh rasa padamu. tidak akan ada seorang pun yang akan menghujani saya dengan ibu jari dan mengatakan saya hebat. seharusnya saya sadar, yang akan saya dapat adalah hanya cercaan. seharusnya saya sadar, seberapa besarnya saya mencintai mu, cinta itu tidak akan pernah cukup menghancurkan dindingnya !
saya sedang menuangkan isi botol minuman itu lagi ke gelas saya. saya harap dia akan segera menyerang lobus vestibulocerebellum di otak kecil saya. dan kalau hal itu terjadi, kalau akhirnya dia mengirim sinyal ke area postrema saya, dan area postrema saya siap menstimulasi tractus solitarii saya, saya bisa memuntahkan semua isi lambung saya, saya harap saya juga bisa memuntahkan semua isi kepala dan hati saya. saya ingin kamu keluar !! saya mau peredaran darah saya bersih dari kamu. biar saya tidak berdegup lagi saat harus mendengar suara mu. biar tidak ada lagi kupukupu di perut saya berterbangan saat saya harus menatap mata mu. biar saya tidak lagi lapar dan haus akan mu, saat kamu tidak ada.
saya tahu, ini permohonan yang terlambat. tapi sumpah ! saya tidak ingin jatuh cint* padamu !! tidak sekarang, nanti atau kapan pun.
get out of my mind !!!! you drive me crazy !!!!
Abonnieren
Posts (Atom)