Posts mit dem Label colorlife werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label colorlife werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Samstag, 28. September 2013

hal kecil yang tidak berarti (kecil)

tadi saya dengar dari seseorang, kamu menyebut-nyebut tentang saya.
tidak.. tenang saja. saya tidak lalu jadi Ge-eR !
saya tidak akan bersenang hati, kamu ternyata masih ingat nama saya.
saya juga sudah tidak mau menganalisa
alasan apa yang membikin kamu tidak lagi mau berkomunikasi dengan saya, lewat jalan apapun
hidup mu ya urusan mu
seharusnya saya sadar lebih awal.

namun yang membikin kuping saya sedikit lebih terbuka
adalah ketika seseorang tadi itu berkata
kamu bilang, kamu yakin
bahwa jalan yang saat ini sedang saya tempuh, adalah yang paling benar
dan tidak seperti orang kebanyakan, yang mencibir
kamu bahkan yakin
saya akan sampai ke tujuan saya
lewat jalan ini
dan ini lah yang memang terbaik.

ternyata enam tahun ini
masih ada satu yang sama dari mu.


Sonntag, 6. Januar 2013

happy two in one

tangkup tangan dan bisik doa kali ini terucap
diperuntukkan mu.
Mu yang sedang berenang tawa
mu yang sedang memandang nirwana
mu yang tidak lagi satu dalam presensi .
Berbahagialah selalu !
itu yang pasti kupintakan untuk mu
agar terang langit selalu mengiringi setiap pergimu
dan bintang bertabur tetap menjadi pelita
saat malam menjelang mu.
kan kupohonkan juga untukmu
pintu cadangan yang selalu dibukakan
saat kamu mengetuk pintu-pintu lain terkunci.
Bahagia lah
Bahagia lah
Jadilah tetap dirimu sendiri, hanya bertambahlah bahagia.
Amien.

ps: jawaban ku tidak pernah tidak. aku hanya tidak mengira, kamu tidak pernah menyadari nya. tidak akan pernah, dan lebih baik begitu :)

Dienstag, 16. Februar 2010

kata 'kata-kata'


apa yang menyebabkan,kata-kata jadi begitu mudah diciptakan?

komunikasi. adalah salah satu hal paling penting ( setidaknya menurut saya ) dalam interaksi antara dua pihak ( atau lebih ).
tentu saja komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti menunjukkan ekspresi, mimik, gerakan-gerakan anggota tubuh, intonasi, volume suara, atau hal-hal nonverbal lainnya. namun yang paling umum, komunikasi dilakukan dengan bahasa lisan, kata-kata yang dapat saling dimengerti oleh kedua belah pihak tersebut.

dengan semakin bertambahnya usia saya, makin banyak jumlah orang yang sudah saya temui dan kenali, dan tentu saja yang kemudian terlibat berkomunikasi baik verbal , nonverbal, maupun paraverbal dengan saya. dari situ saya menilai, betapa komunikasi lisan, yang berupa kata-kata, jauh lebih dominan daripada saudara-saudaranya, si nonverbal dan paraverbal itu tadi. kata-kata bisa dengan mudahnya menguasai lawan bicara, atau juga sebaliknya - sangat menguntungkan lawan bicara dan mempermalukan si penutur kata. semakin banyak kejadian yang saya alami, semakin takjub saya memperhatikan derajat kata-kata yang kian hari kian meninggi. orang tampak lebih senang dan puas menerima kata-kata itu bulat seperti ujudnya saja, bukan makna nya, bukan sari nya. semua orang bisa berkedok kata-kata, karena tidak ada indikator yang mampu mengetahui ke-tidak-pas an hati dan mulut. seorang munafik menyusun kata-kata serapi mungkin, menjadikan kata-kata itu berkualitas tinggi dan menyebarkan sihir, membuat orang yang mendengar mempercayainya seorang manusia setengah malaikat. seorang pencinta menyusun kata-kata menjadi barisan puisi untuk dipersembahkan ke pujaan hati. dipilihnya dengan teliti, kata-kata yang harumnya semerbak mawar, dan rasanya semanis madu. lalu dituliskannya rentetan puisi itu pada suatu lembar jingga, dan pada sudut kanan bawah lembar itu, tak lupa dia sematkan lagi kata-kata yang mengisyaratkan cinta. hanya nama saja dia palsukan, karena surat cinta itu tak ditujukan ke hanya satu orang saja. seorang pendoa melagukan kata-kata. dia menasihati dengan kata-kata.dia meneguhkan dengan kata-kata.dia mengutuk dengan kata-kata.pagi-siang-sore-malam, bangun tidur-sebelum makan-saat mandi-sesudah makan-sebelum tidur, diucapkan kata-kata yang dia sendiri tak semuanya paham.

apa yang menyebabkan, kata-kata begitu mudah diciptakan ?
orang makan kata-kata. minum kata-kata. mencinta kata-kata. tidur kata-kata.
janji yang tidak pernah ditepati... kata-kata.
hutang yang tidak pernah dilunasi... kata-kata.
cinta yang tidak pernah diresapi... kata-kata.
kepercayaan yang tidak pernah dihayati... kata-kata.
mungkin suatu saat, kita juga akan buang-air-kata-kata ??


( tadi pagi di Bus, saya duduk bersebelahan dengan anak kecil laki-laki sekitar umur 5 tahun. awalnya saya tidak begitu memerhatikan apa yang dia lakukan. namun dari ekor mata saya, saya tahu bahwa dia sedang memegang kotak bekal nya. karena tertarik dan ingin tahu, apa yang dia makan, saya lalu menengok ke arahnya. kemudian saya menyadari, dia sedang memasukkan tomat ke dalam mulutnya, mengunyahnya pelan-pelan, dan menangis ! kemudian saya melepas earphone MP3 player saya, dan bertanya apa dia baik2 saja. anak itu kemudian menjawab, dia tidak bisa menghabiskan tomat nya, dia sebenarnya tidak menyukai tomat sama sekali. lalu saya menengok ke samping, lalu ke belakang, mencari2 apakah anak tadi di bawah pengawasan orang yang memaksanya untuk menghabiskan tomatnya. tapi saya tidak melihat siapa-siapa. lalu saya kembali bertanya, siapa yang menyuruhnya menghabiskan tomat itu, dan apa alasannya. si anak dengan masih berusaha mengunyah tomat itu, dan menelannya, dan suara tangisnya yang makin terdengar, kemudian menjawab saya. Ayah nya lah yang membekali nya roti dan tomat, tomat HARUS dihabiskan, karena kalau tidak begitu, nenek nya yang di surga tidak akan mencintai nya lagi.
bagaimana seorang ayah bisa memanipulasi cerita macam itu , hanya agar anaknya menghabiskan bekal tomat nya ?? bagaimana kata-kata seperti itu bisa diciptakan, dan sangat menjadi beban untuk anak sekecil itu ?? )

PS : oh well, just if you'd like to know.. I ate the rest of his tomatoes and gave that boy my biscuits ~~'

Mittwoch, 23. Dezember 2009

(pre) xmas gift

satu , dua , tiga
sejak berapa lalu kah
kita tidak lagi bersentuh soma ?

aku tidak menghitungnya
tidak terpikir,
atau memang tidak ingin.
aku percaya dunia perkabelan
semakin bisa diandalkan
aku percaya ratusan mil itu
bisa didekatkan olehnya.
toh kamu pergi bukan karena menghindari
kamu pergi untuk cita mu
dan aku tinggal bukan karena mengkhianati
aku tinggal untuk impi ku.

namun kemarin itu,
tepat seminggu sebelum natal
saat kulitmu bisa terraba kulitku
saat wangimu bisa tercium hidungku
tak bisa kupungkiri betapa hati ini mensyukuri presensi
bukan menangkap gelombang suara saja dari telepon genggam
bukan mengerahkan otak saja membaca susunan huruf di depan komputer.

satu, dua, tiga
berapa depan lagi kah
kita tidak akan bersentuh soma ?
tidak apa,
aku percaya aku bisa mengandalkan masakini
karena suaramu bisa kudengar kapanpun ku tekan nomer mu
karena parasmu bisa kupandang kapanpun ku sambung internetku

tapi tibatiba sekarang aku ingin tidur di dekat mu
rebutan selimut dan membiarkan bantalku dipakai oleh mu
menepuk-nepuk pipimu saat kamu mulai tidur padahal aku masih bercerita,
dan aku tidak tahu.. tekhnologi mana yang mampu menghadirkanmu ke sini saat ini juga ?!


tidak usah kamu pusingkan,tidak membawa kado natal apapun untukku. tidak usah kamu sedihkan kalau aku menghadiahi cardigan magenta idamanmu, dan kamu tidak memberiku apa-apa. kedatanganmu lah kado natal nya ! apa yang bisa lebih aku inginkan dibanding minum Feuerzangenbowle berdua dengan mu di tengah salju pada suhu -14° celsius ? apa yang bisa lebih aku rindukan dibanding perbincangan dengan seorang sahabat yang membuka hati dan telinganya mendengarkan cerita ku ?
hey you there, you know I don't promise, but you'll see me this march.. You'll see me face to face, not via voice chat -LOL- until we meet again, take good care of yourself, sista !!

Sonntag, 1. November 2009

yang ultah hari ini

Hari ini Papa saya berulang tahun. Saya kaget sekaligus tidak bisa berhenti tertawa sejenak saat ber voice and video chat dengannya tadi. Genap setengah abad usianya dia jadikan alasan untuk mencukur rambutnya sampai habis. Waktu saya tanya kenapa gundul, dia menjawab , " usia setengah abad itu kan harus disyukuri, menunjukkan bahwa setengah abad juga lamanya Papa sudah dijaga oleh Nya. bukan hal biasa.. ." Ini kali kedua Papa saya mencukur rambutnya habis. Pertama kali adalah sekitar empat tahun lalu. Saat itu seorang kakak dari Papa saya didiagnosa kanker payudara. Dokter segera menyarankan untuk melakukan operasi yang setelahnya akan disambung dengan chemoterapi. Efek dari chemoterapi itu bukan hanya menyerang fisik, namun juga psikis tante saya. Dia seperti kehilangan harapan, dia takut waktunya akan segera habis. Dia jadi menutup diri baik dengan teman-temannya , juga dengan saudara-saudaranya. Apalagi saat itu rambutnya rontok, dia gundul, beberapa flek hitam juga memenuhi kulitnya di beberapa tempat. Hal itu semakin membuatnya kehilangan percaya diri untuk berhubungan sosial. Papa saya kemudian berinisiatif untuk menggunduli rambutnya juga. Meskipun saat itu saya sempat berkata bahwa itu percuma, karena menurut saya kalau laki-laki gundul itu tidak apa-apa, sedangkan untuk seorang perempuan, itu adalah suatu masalah besar ! Ternyata saya salah. Entah kenapa atau bagaimana, sejak Papa saya juga gundul, tante saya jadi lebih terbuka dengan Papa saya. Dia mau menceritakan hal-hal yang ditakuti dan yang dikhawatirkannya. Dia juga lebih mau mendengarkan masukan dari Papa saya. Pelan-pelan, tante saya mulai punya percaya diri lagi, untuk ikut makan bersama dengan saudara-saudara yang lain, untuk kembali datang ke gereja, untuk kembali berlatih choir di gereja. Saya selalu salut melihat bagaimana Papa saya begitu menghargai tali persaudaraannya dengan saudara-saudaranya. Saya selalu terkesima melihat bahwa rasa sayang nya ke saudara-saudaranya lebih dalam dari yang saya tahu.

Hari ini Papa saya berulang tahun. Genap setengah abad usianya. Tidak, dia tidak mengundang teman-temannya untuk berpesta. Dia memilih tidur sampai jam 1 siang, makan mie ulang tahun di rumah saja dengan Mama saya, setelah itu menghabiskan sore di rumah orangtua nya ( oma opa saya ). Papa saya bukanlah anak emas dari oma opa saya, justru sebaliknya. Dari yang saya dengar, Papa saya sudah jadi anak yang bandel sejak kecil. Papa saya adalah anak yang paling sering terkena hukuman dari opa saya, tapi dia tidak cengeng seperti saudara nya yang lain. Papa saya pernah berurusan dengan petugas keamanan pasar saat dia masih duduk di bangku SD, karena menantang dan kemudian (mencoba) berkelahi dengan salah seorang pedagang yang selalu mengganggu dan mengejek oma saya. Menurut oma, Papa saya adalah anak nya yang paling 'lain'. Punya selera humor yang tinggi, punya banyak sekali teman, tapi masalah dia, tidak ada orang lain yang boleh tahu. Menurut oma juga, Papa dan Opa paling sering berselisih paham, itu karena sifat mereka berdua paling mirip. Sama-sama kepala batu kata oma. Namun dibalik kebandelannya, dibalik keras kepala dan sifat tertutup nya.. ternyata Papa saya juga lah, yang selalu sabar menjaga oma opa saya saat mereka sedang sakit. Papa saya selalu hapal makanan kesukaan oma opa saya. Papa saya tidak pernah malas membantu Opa saya mandi, menggunting kuku nya, membelikan bubur kesukaan oma saya pagi-pagi sekali dan mengantarkannya ke oma. Hal-hal kecil, yang lagi-lagi membukakan mata saya, bahwa Papa saya mencintai dan menghormati orang tua nya, lebih dari yang saya tahu.

Hari ini Papa saya berulang tahun. Saya tidak memberinya kado apapun. Saya bahkan tidak bisa berada di dekat nya dan mencium pipi nya sembari mengucapkan doa-doa lekat pada kupingnya. Namun tadi malam sebelum terlelap, sudah saya pohonkan kepada Nya, untuk Papa saya, umur yang panjang, badan yang sehat, jiwa yang matang dan bijak, akal yang jernih dan bersih, dekat dengan berkah selamat dan rejeki, jauh dari petaka, hidup yang dicukupkan dan dianugrahkan bahagia. Saya bisikkan juga pada Nya,ucapan terimakasih yang tidak akan cukup saya tegaskan dengan kata-kata, untuk kesempatan yang dihadiahkan kepada saya, menjadikan Papa saya sebagai Papa saya. Saya mensyukuri kenyataan, bahwa dalam tubuh saya mengalir darahnya, menunjukkan bahwa saya benar-benar bagian darinya. Saya mensyukuri memilikinya sebagai Papa. Seorang yang selalu berhasil membaca raut saya. Seorang yang bisa membaca pikiran saya, dan menetralisir pikiran-pikiran buruk saya. Seorang yang meninabobokan saya, menggendong saya berjam-jam sampai saya bisa tertidur saat dulu tangan saya pernah retak, mengajarkan saya memegang pensil, membaca, berhitung, membaca jam, menyebrang jalan, menyisir rambut, ahh.. tidak akan mampu saya sebutkan satu persatu. Seorang yang selalu bisa menerima saya, sebesar apapun kesalahan yang saya lakukan. Seorang yang selalu memaafkan dan tetap mencintai saya, tanpa pamrih, tanpa meminta kembali untuk dicintai sebesar itu juga.
Hal terakhir, yang saya mohon dari Nya tadi malam, adalah kesempatan untuk lagi-lagi tetap berdekatan hidup dengannya, mungkin sampai di sirkumstansi berikutnya, kalau memang kesempatan itu ada.

Hari ini Papa saya berulang tahun. Genap setengah abad usianya. Saya sangat ingin berada di dekatnya, menikmati mie ulang tahun dan ayam goreng bersamanya. Bertukar cerita.. melempar tawa.. mensyukuri adanya.

Always miss you Pop..
XOXO

Mittwoch, 30. September 2009

pindahan


Ini postingan pertama kali yang akan saya post-kan dari tempat tinggal saya yang baru.
Yap, sejak tadi sore saya sudah resmi berpindah dari tempat tinggal lama ke tempat tinggal baru yang sekarang ini.
Sekalian sharing tentang sistem tinggal di apartemen pelajar di kota München yang agak sedikit rumit.
Di Jerman ini, para mahasiswa bisa tinggal di apartemen pelajar yang dimiliki oleh tiap kota. Keuntungan utama adalah, harga sewa nya lebih murah daripada apartemen umum. Selain itu, letak nya pun biasa nya tidak jauh dengan kampus. Keuntungan lainnya adalah fasilitas seperti mesin cuci, mesin pengering cucian, internet flatrate, ruang belajar, ruang pesta, mesin automat minuman atau snack ringan dll .. . Tentu saja tidak semua apartemen mempunyai fasilitas itu, masing-masing apartemen dilengkapi dengan fasilitas nya masing-masing. Semakin tinggi harga sewa apartemen itu, akan semakin bermacam-macam pula fasilitas dan kelayak-hunian apartemennya.
München, mempunyai peraturan membatasi jangka waktu tinggal di apartemen itu. Setiap pelajar yang terdaftar di Universitas München, hanya mempunya jatah tinggal selama 3 tahun di satu apartemen. Seandainya kita sudah tinggal di salah satu apartemen pelajar milik kota München selama 3 tahun, kita harus keluar dan pindah ke apartemen yang lain. Kita bisa pindah ke apartemen pelajar lain yang tidak dimiliki oleh kota München melainkan privat ( misalnya, tempat sekarang saya tinggal ini adalah sebuah apartemen pelajar privat, dia dimiliki oleh yayasan Katholik ) , atau pindah ke apartemen umum yang biasa harganya lebih mahal ditambah lagi dengan biaya listrik, gas, dan air yang masih harus kita tanggung sendiri, atau kita bisa juga tinggal di rumah orang Jerman yang menyewakan sebuah kamar di rumahnya.

Semua ada positif dan negatifnya. Dan setelah berulang kali berpikir dan berhitung, saya memutuskan untuk mengambil sebuah kamar di apartemen pelajar privat yang sekarang ini saya tempati. Disini, saya juga akan mendapatkan jatah 3 tahun tinggal. Apartemen yang sekarang ini lebih tua daripada apartemen saya sebelumnya. WC dan Kamar Mandi juga tidak ada di dalam kamar, tapi di luar dan harus berbagi dengan tetangga-tetangga yang berada satu lantai dengan saya. Tiap lantai ada sekitar 20 kamar dengan 4 kamar mandi, dan 3 WC pria , 3 WC wanita. Dari segi WC dan kamar mandi, saya mutlak lebih menyukai apartemen saya yang lama, di mana saya memiliki WC dan kamar mandi di dalam kamar saya, yang berarti juga saya tidak harus berbagi dengan tetangga-tetangga yang lain. ( maaf sebelumnya** - WC jorok dan bau ternyata bukan hanya ada di Indonesia. ) Sementara dari segi dapur dan ruang makannya, saya lebih menyukai apartemen yang baru ini. Di apartemen yang baru ini, terdapat dua buah dapur, masing-masing lengkap dengan kompor listrik dan backoven juga tempat cuci piring. Dua buah dapur ini, akan dihubungkan oleh satu ruang yang luas dengan sofa dan meja-meja, juga dilengkapi dengan televisi, di situ kita bisa makan atau sekedar ngobrol sambil nonton TV.

Saya menyadari betapa barang saya sudah sangat beranak-pinak sejak saya pertama kali menginjakkan kaki di jerman. 10 kardus, 1 koper besar, 1 koper kecil, 1 tas ransel besar, masih ditambah dengan Personal Computer dan Monitor, coffee maschine, vacuum cleaner, TV, beberapa pot tanaman, aquarium saya beserta perangkatnya, dan 1 sepeda. Fiuh ! Untung saya punya teman-teman yang mau membantu. Yang saya kerjakan sendirian hanyalah packing dan bebersih apartemen lama. Teman-teman saya membantu mulai dari mengangkat barang-barang tersebut di atas, dari apartemen saya yang lama masuk ke dalam mobil pindahan, lalu mengatur di dalam mobil pindahan biar kardus-kardusnya tidak ada yang jatuh atau mengguling dan tidak ada barang yang pecah, lalu teman saya juga yang menyetir mobil pindahan itu, kemudian menurunkan barang-barang dari mobil dan membawa nya ke apartemen baru saya ini.

Sekarang barang-barang itu masih di dalam kardus. Saya belum membukanya semua. Yang saya keluarkan hanyalah barang-barang yang penting-penting dulu. Seperti pakaian, alat mandi, alat makan, dan tentu saja komputer :) Besok akan saya bongkar pelan-pelan saja kardus-kardus itu. Saya masih akan memikirkan tata ruang yang paling oke. Yang senyaman mungkin, dan tidak membuat saya terus merindukan apartemen saya yang lama ..
even at this time, i just want my old bed .. i want to sleep on my old bed..

night everyone, wish me a nice dream on my new and a bit strange bed.

Samstag, 26. September 2009

boleh pergi


kalau ternyata selama ini, memang tujuan mu menjadikan saya teman, hanyalah agar kamu bisa kapan saja meminjam uang saya, (maafkan.. ) saya mengutuk perbuatan mu itu.
mungkin ada yang sedikit meleset dari perhitungan mu, orangtua saya memang cuma punya anak satu, saya. tapi bukan berarti saya bisa memiliki segala sesuatu nya secara berlebih. mungkin ada sesuatu yang lepas dari penglihatanmu,kenyataan bahwa saya juga harus mengurangi waktu tidur saya, membatasi waktu jalan-jalan saya, bahkan kadang mengurangi jatah belajar, untuk melakukan part time job.

jadi kalau kali ini, saya tidak bisa memenuhi apa yang kamu minta, karena saya sendiri sedang membutuhkan uang itu, dan kamu harus jadi senewen dan tidak mau berbicara kepada saya.. silakan diamkan saya, selama apapun kamu mau. saya lebih memilih lagi-lagi kehilangan satu teman, dibanding mempertahankan pertemanan yang palsu dan berorientasikan materi. kamu boleh marah, boleh benci, boleh mengatai saya, boleh tidak mau lagi berteman dengan saya. saya tidak peduli.
saya tidak mau punya teman palsu.

terimakasih untuk semuanya. terutama untuk semua tawa yang sudah kamu hadirkan dalam hidup saya. mungkin sudah saatnya kita mengambil jalan yang berbeda. sayonara.

Mittwoch, 16. September 2009

what to do, when in a bad mood

i had pretty gloomy mood this morning. untung saja saya masih bisa mengenakan topeng dan tidak melampiaskan mood buruk saya ke orang-orang di dekat saya.
saya berusaha menyibukkan diri saya sendiri. merapikan kamar, menyedot debu, mengganti sprei yang sebenernya baru saya ganti beberapa hari lalu, membersihkan filter aquarium dan mengganti kapasnya.. dan hal-hal lainnya yang sebenarnya kurang berguna. saya pikir dengan mengalihkan perhatian ke hal lain, saya jadi bisa lebih tenang, lebih tidak senewen. bahkan setelah kenyang makan siang, saya tidak merasa lebih baik. saya tetap merasa bosan, murung, kesal, iri, putus asa, entah karena apa saya sendiri juga tidak tahu.
seperti sebelum-sebelumnya. hal yang cukup sakti untuk memulihkan suasana hati saya kembali seperti semula, adalah dengan pergi tanpa tujuan dan mengambil beberapa foto. tadi siang saya juga melakukannya. dan seperti biasa, berhasil !


saat jalan-jalan saya mulai menyadari bahwa musim kesayangan saya sudah benar-benar di depan mata. daun-daun mulai menguning, temperatur jadi lebih rendah, hujan turun lebih sering, dan saat orang berjalan akan terdengar suara ' kresek-kresek ' yang sangat lucu dari daun-daun kering yang terinjak.

saya membiarkan kaki saya melangkah dari pusat kota menuju Hofgarten. Salah satu taman yang lumayan apik di München. Tidak ada tujuan, hanya menikmati semua yang tertangkap mata saya. Kalau ada sesuatu yang menarik perhatian, saya akan berhenti sejenak, mengamatinya.

mengamati apa yang sedang dilakukan orang-orang juga adalah salah satu kegiatan favorit saya. saya memperhatikan betapa bermacam-macam orang datang ke taman itu, dengan tujuan yang bermacam-macam pula.

lihatlah lihatlah, bahkan beberapa sedang mengendarai Segway :) . I was damn envying it waktu melihat sekitar 7 - 8 orang mengendarai Segway nya masing-masing sambil ngobrol !


dari Hofgarten saya melanjutkan perjalanan saya ke Englischer Garten . saya menemukan beberapa obyek menarik di sini. misalnya anak kecil yang manis itu. dia dan ibu nya datang dengan sepeda, khusus untuk memberi makan kepada bebek-bebek itu ( well ngga semuanya bebek, yang putih sejenis burung ). lucunya adalah, anak kecil itu takut si bebek akan melukainya. jadi, setengah detik setelah dia melempar makanan ke bebek-bebek itu, dia akan meloncat mundur, atau sembunyi di belakang ibu nya. sungguh pemandangan yang menyenangkan.

apa yang membuat saya tertarik dengan pemandangan di atas ? buku yang dibacanya bukanlah sekedar novel, atau roman, atau cerita misteri, atau koran pagi. buku yang dia baca adalah tentang ilmu mesin ! saya salut dengan semangat belajar atau semangat ingin tahu yang dia punya. meskipun umur nya sudah lanjut, meskipun saya percaya pasti tidak lagi mudah untuknya membaca huruf-huruf kecil tertera di buku itu, dia tetap tekun. saya malu, karena sampai sekarang ini, saya hanya belajar demi lulus ujian. sedangkan kakek itu, dia belajar untuk memenuhi keingintahuan dalam hidupnya.

itulah pemandangan yang hari ini boleh saya nikmati. hal-hal yang terlihat sepele namun bisa memulihkan mood saya. sesampainya di rumah saya menyadari kalau kaki saya pegal karena berjalan dari jam 14 hingga 19, dan bahu saya sakit karena digantungi tas selama 5 jam juga. tapi saya senang. saya tidak lagi merasa bosan dan muram.

dan yang lebih mendukung lagi agar saya bersenang hati, adalah dua hal di bawah ini

sebelah kiri adalah buku dari Stephenie Meyer - New Moon, dengan bahasa jerman. memang sudah sangat telat baru membeli nya sekarang. saya selalu menundanya, karena berharap bisa meminjamnya di perpustakaan kota atau membaca ebook nya saja. tapi akhirnya, toh saya beli juga bukunya :D

sebelah kanan adalah o2 surfstick, yang saya sebenarnya tidak ada rencana sama sekali untuk memilikinya. namun karena hari ini ada penawaran yang sangat-sangat menguntungkan, saya mengambilnya juga. jadi kalau bulan depan pindah ke apartemen baru, tidak akan takut mati gaya karena tidak bisa online :D

i hope you all have a good mood to start your day today, and if not.. maybe you should try my recipe ;))

Donnerstag, 10. September 2009

sh*t happens, but ..

Life' real failure is when you don't realize how close you were to success when you gave up
(http://thinkexist.com/quotations/failure/)


no, i will not give up
I will just try and try again
and if I fall
I know I can get up again
,
it can be hard
it may take time

but it doesn't matter
as long as I know
as long as I believe
in Him, I will just be OK.


why Iris-Pic ? because it means Hope.

Freitag, 4. September 2009

untuk diingat ( dan dilaksanakan )

Nanti . Suatu saat nanti, kalau saya dikaruniai kesempatan menjadi seorang Ibu, untuk anak-anak yang dititipkan dari Nya ..
- saya tidak akan mempermasalahkan waktu yang harus saya gunakan untuk memotong-motong wortel, ayam, kentang, bayam, atau apapun untuk mengolah makanan yang enak dan bergizi untuk anak saya. Bukan makanan instan kalengan !!

- saya tidak akan mempermasalahkan waktu yang harus saya gunakan untuk mencuci, menjemur, dan menyetrika setumpuk pakaiannya ( berikut sprei dan selimutnya ) , selama dia bisa selalu mengenakan pakaian yang bersih, hangat, kering, tidak lecek dan tidak bau !!

- saya tidak akan mengomel di depannya betapa lengan saya pegal, karena dia begitu gendut nya, namun selalu minta digendong, dan tidak akan berhenti menangis jika tidak digendong. saya tidak menjanjikan menggendongnya 24 jam, tapi saya berjanji tidak akan mengomel di depannya betapa dia berat dan menyusahkan !!

- saya akan lebih memilih mengirit untuk tidak membeli sepatu atau baju atau tas baru untuk saya, atau tidak mengacuhkan peralatan dapur terbaru yang ibu-ibu tetangga perbincangkan, tapi bisa membelikannya baby oil atau baby lotion yang bagus, yang bisa membuat kulitnya tetap halus dan mengurangi kesensitifannya.

- kalau semuanya itu masih tidak cukup. kalau semuanya itu masih tidak membuatnya terlengkapi, saya mau dia tahu, ada satu yang bisa dia pegang selama hidup saya, yaitu bahwa saya mencintainya !!

( catatan kecil setelah menghabiskan waktu beberapa hari dengan seorang Ibu muda dan anak bayinya. beberapa hari yang terasa sangat panjang. beberapa hari yang saya habiskan dengan menghela napas panjang, menahan emosi, dan menggelengkan kepala, dan diam-diam mengikrarkan janji dalam hati " saya tidak boleh jadi seperti Ibu itu, saya harus lebih baik ! saya harus lebih waras ! " )



Freitag, 14. August 2009

nulis blog, ide orang lain ?

Kira-kira seminggu yang lalu, seorang teman dekat saya bercerita, dia baru saja mengirimkan e-mail ke Administrator Deviantart. Teman saya ini menemukan satu gambar, yang dipasang oleh seseorang yang mengaku gambar itu adalah hasil karyanya. Padahal gambar itu beberapa waktu sebelumnya, sudah pernah terpampang di Deviantart, dan tentu saja hasil karya orang lain.
Jujur, saat itu saya tidak terlalu mengerti, kenapa teman saya sepeduli itu. Toh itu karya orang lain, bukan karya dia. ' kamu kan tidak dirugikan secara langsung, kok sampe bela-belain kirim email ke admin segala ? ' kalimat itu otomatis keluar dari mulut saya. ' plagiat ya plagiat. mau yang ditiru karya ku atau bukan, tetep aja aku ga bisa terima orang kayak gitu. enak aja, hasil kerja orang kok diaku miliknya ! ' jawaban itu yang saya dapatkan, dari nada nya saya tahu dia benar-benar kesal dan tidak terima. Saya tidak mengiyakannya, tidak juga membantahnya. Saya masih tidak mengerti, kenapa dia bisa sekesal dan sesewot itu, padahal bukan karya dia yang dicolong orang.
Kemarin malam, saya akhirnya mengerti apa yang dirasakan teman saya itu. Saya akhirnya memahami, kenapa dia bisa sekesal dan se-tidak terima itu, meskipun bukan karya nya yang dibajak orang.

Salah satu blog yang menjadi kunjungan wajib saya akhir-akhir ini adalah blog dari seorang penulis muda Jenny Jusuf. Menurut saya tulisannya tidak muluk-muluk. Sederhana, tapi serat arti. Dan yang saya paling suka, adalah saat dia menulis tentang orang-orang dalam kehidupannya, saya bisa merasakan ketulusan dan sukacitanya saat menuliskan itu. Kemarin malam, saya melakukan rutinitas berkunjung ke rumah maya nya. Ada postingan baru di blog nya. Setelah selesai membacanya, saya kemudian membuka link dari blog yang dimaksud. Saya hampir tidak mempercayai mata saya. Tulisan Jenny Jusuf untuk Ayahnya yang saat itu berulang tahun, benar-benar di copy-paste ! ( oh well, mungkin ada satu ada dua kata yang diganti. mama jadi Ibu.. , tapi percayalah, tidak akan lebih dari lima kata yang diganti )
Sayang sekali bukti autentik nya sudah dihilangkan oleh yang bersangkutan, sehingga saya tidak bisa menunjukkan hasil pembajakan blog itu.

Saya tidak habis pikir, apa yang sebenarnya ada dalam benak si neng satu ini saat meng-copy-paste karya Jenny Jusuf ke blog nya. Seandainya dia memang sangat terkesan dengan karya Jenny Jusuf, dan ingin ikut mempublikasikan karya itu di blog nya, sebelumnya dia bisa minta ijin ke penulis aslinya, yang saya rasa akan dia dapatkan juga. Atau mungkin dia ingin terlihat hebat, bisa menghasilkan tulisan keren. Kalau memang itu tujuan dia, menarik perhatian, saya rasa dia berhasil. Dia mempunyai banyak sekali pengunjung di blog nya. Pengunjung-pengunjung setia nya itu juga selalu meninggalkan pujian-pujian tingkat tujuh untuk tulisannya. Dan dengan adanya pembajakan blog ini, meskipun dia sudah menghapus entry nya, dia jadi lebih terkenal !!

Ya, emosi saya juga meninggi saat saya tahu karya Jenny Jusuf dibajak orang. Bukan karya saya yang dicomot (emmh, sapa juga yang mau nyomot tulisan saya.. hehe ), tapi saya merasa jengkel. Karya seseorang adalah hasil buah pikir. Kalau kita menghargai seseorang, kita akan menghargai juga hasil buah pikir mereka, ide-ide mereka, karya mereka. Bukannya malah mengklaim karya itu sebagai milik kita.

Masing-masing blogger memiliki tujuan berbeda mengapa mereka menulis blog. Saya menulis hanya untuk menyenangkan diri saya sendiri. Beberapa hal lebih bisa saya interpretasikan dalam tulisan, dibanding dengan kata-kata. Beberapa hal memang tidak akan pernah bisa saya utarakan dengan kata-kata, tapi saya bisa menyusun paragraf untuk mengungkapkan semuanya itu. Di luar sana pasti ada, orang yang menulis blog dengan tujuan memperoleh banyak teman atau kenalan baru. Atau untuk menjadi lebih eksis dalam dunia maya, saat mungkin dirasa tidak ada lagi tempat yang bisa didapatkan di dunia nyata.
Menurut saya itu sah-sah saja. Toh dari perbedaan-perbedaan tujuan didirikannya sebuah blog, menjadikan dunia blog ini begitu bervariasi, dan bukan monoton itu itu saja.
Tapi, dalam kebebasan itu pun, ada limit yang harus kita perhatikan. Hargai orang lain, hargai karya orang lain !

so, through this post, I say NO to plagiarism !

Freitag, 31. Juli 2009

krankenpflegepraktikum (KPP)


Perbincangan dengan seorang teman via telpon barusan, membuat saya melayangkan pikiran ke dua setengah tahun yang lalu. Teman saya, yang saya anggap sebagai 'adik kecil' yang masih sangat polos itu bertanya tentang Krankenpflegepraktikum kepada saya.

Krankenpflegepraktikum, yang kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kira-kira artinya : Praktikum Merawat Orang Sakit. Praktikum itu wajib dilakukan oleh mahasiswa kedokteran di Jerman, selama 3 bulan ( paling sedikit 3 x 30 hari, MUTLAK !! ). Kita tidak harus menyelesaikannya dalam 1 periode langsung 90 hari. Kita bisa memisah-misahnya, misalnya di liburan musim panas ini 1 bulan, lalu liburan semester depan 1 bulan lagi, dan selanjutnya 1 bulan lagi.. Paling sedikit harus 1 bulan, kita tidak boleh magang di rumahsakit , untuk melakukan praktikum selama 2 minggu atau 3 minggu saja. Kalau kita mau, dan niat, bisa saja kita langsung menyelesaikan 2 bulan, atau bahkan 3 bulan itu sekaligus.

'Adik kecil' saya yang masih polos itu, tadi menyuruh saya bercerita, apa saja persiapan saya dulu sebelum melakukan praktikum itu, dan bagaimana cara mendapatkan tempat praktikum di rumahsakit, juga apa saja yang harus saya lakukan selama masa praktikum itu. Saya bilang ke dia, supaya dia ambil posisi duduk yang nyaman, dan pakai headset saja sebaiknya, karena cerita saya akan sangat panjang - LOL - .

Sekitar dua setengah tahun yang lalu, setelah saya menyelesaikan college, saya harus menunggu 1 semester sampai saya masuk ke Universitas. Saya memanfaatkan waktu 1 semester itu untuk bekerja selama kurang lebih full 1,5 bulan dan praktikum langsung 3 bulan ( sisa waktu liburnya ya untuk bersenang2.. hehe ). Sebelum praktikum, selain menelpon ke beberapa rumahsakit untuk bertanya apa mereka bersedia menampung saya sebagai praktikan, saya mempersiapkan diri saya dengan melengkapi tubuh saya dengan beberapa imunisasi. Vaksin Hepatitis A , Vaksin Hepatitis B. ( Vaksin Hep. A dan B ini memang sudah pernah saya dapatkan waktu saya masih kecil, tapi bukan untuk seumur hidup ! Vaksin ini harus diperbarui lagi, apabila antibodi kita untuk virus Hep. A atau B sudah mulai berkurang. )

Setelah menghubungi beberapa rumah sakit, akhirnya ada yang bersedia menerima saya sebagai praktikan. Akhirnya hari praktikum pertama pun tiba. Saya datang dengan perasaan takut dan gugup. Saat itu saya belum menjadi mahasiswa kedokteran. Pengetahuan saya tentang dunia kedokteran bisa dibilang masih enol besar. Apalagi pengetahuan tentang sistem dan cara kerja rumahsakit di Jerman.. sangat enol besar.
Seperti yang saya bayangkan, hari pertama saya bukanlah hari yang menyenangkan. Saya merasa saya lah orang tolol sedunia, yang tidak berguna apa-apa. Saya tidak bisa menggunakan alat pengukur tensi, saya tidak mengenal tombol-tombol di ranjang pasien, saya tidak tahu di mana perban di mana kapas, saya tidak bisa ini .. saya tidak kenal itu .. saya tidak tahu ini .. saya belum pernah dengar itu .. Hari pertama yang melelahkan, karena saya hanya bisa mematung, melihat suster-suster itu dengan cekatan melakukan pekerjaannya, dan dengan sabar mengajari saya ini itu .

Pada hari ketiga, akhirnya saya merasa bumi mulai berputar dengan normal. Saya mulai bisa mendengar systole dan diastole dengan alat pengukur tensi, saya mulai mengenal nama-nama pasien dan bagaimana karakter mereka, saya tahu siapa saja yang harus saya mandikan, saya tahu bagaimana cara memandikan pasien yang susah sekali dimobilisasikan, saya tahu dimana saya bisa mengambil perban, plaster,kapas, suntikan, saya tidak lagi hanya mematung saja.

Apa yang saya kerjakan setiap harinya tidak terlalu bervariasi. Saya datang jam 5.35 pagi, menuju ke tempat ganti, mengenakan seragam serba putih yang juga dikenakan para suster, melepas sepatu dan mengenakan alas kaki yang hanya saya pakai di rumahsakit itu, lalu memulai rutinitas dengan membangunkan pasien, mengukur tensi, puls, dan temperaturnya, memandikan, mengganti sprei, sarung bantal dan selimut, mengisikan data ke akte pasien, menyiapkan sarapan, membantu memberi makan ke pasien yang tidak lagi bisa makan sendiri, pergi ke setiap bel yang dibunyikan oleh pasien saat mereka butuh sesuatu, ada yang harus ke toilet dan tidak bisa berjalan sendiri, ada yang infus nya sudah habis dan harus dicopot atau diganti, ada yang sekedar memencet bel karena ingin bertanya itu hari apa, ada yang hanya ingin ditemani karena takut akan meninggal mendadak, ada yang mengeluh karena dia belum sarapan padahal piringnya baru saya beresi lima menit sebelumnya, ada yang minta dibelikan koran, ... dan lain lain.

Kalau saya ditanya, apakah menyenangkan waktu tiga bulan itu. Jawabannya adalah ya dan tidak. Tidak menyenangkan. Karena saya seperti pekerja suka rela, yang tidak digaji satu sen pun, padahal saya setiap harinya menghabiskan waktu selama kurang lebih 8 sampai 9 jam di rumahsakit (sangat tidak adil bila dibandingkan mahasiswa jurusan lain, yang hampir selalu mendapatkan gaji yang oke di setiap praktikum nya). Tidak menyenangkan. Saya sering merasa takut dan ekstra hati-hati saat harus berhubungan dengan pasien-pasien yang mengidap AIDS atau Hepatitis C. Tidak menyenangkan. Kadang-kadang kelakukan beberapa pasien benar-benar menuntut dan membuat saya sangat jengkel.
Menyenangkan, karena .. saya begitu belajar banyak hal. Bukan hanya yang berhubungan dengan kedokteran saja. Saya belajar untuk menjadi sabar, saya belajar untuk selalu tersenyum secape apa pun saya saat itu ( ngga mungkin kan kita ngobrol sama pasien yang sakit keras, dan kita nya bersungut2 ), saya jadi bisa mengerti perasaan gembira melihat seorang pasien yang akhirnya bisa keluar dari rumah sakit dan berjalan tegap kembali setelah berhari-hari hanya tertidur lemas di ranjang, saya belajar melepaskan seseorang saat beberapa pasien akhirnya harus pergi untuk selamanya, saya belajar menahan rasa sakit saat seorang pasien menekankan kuku-kuku jarinya ke tangan saya, saya belajar berkomunikasi verbal dan nonverbal- bagaimana cara terbaik menyemangati pasien pasien itu untuk tetap menginginkan hidup !

'Adik kecil' saya cuma mengatakan 'hoooo' panjang mendengar semuanya itu. Lalu dia bertanya lagi ' gua bisa kah ngelakuin semua nya itu ? kayaknya berat. dan gw ga sabaran. ' Saya cuma tersenyum dan meyakinkan, semua orang pasti bisa melewati masa 3 bulan praktikum itu. Masalahnya adalah, pandangan orang terhadap praktikum itu tidak semuanya sama. Ada beberapa teman yang hanya mengerjakan praktikum itu 1 bulan saja, dan membikin surat palsu untuk 2 bulan lainnya. Mereka beranggapan praktikum itu membuang waktu dan tidak berguna. Lagipula yang dilakukan hanya pekerjaan suster, sedangkan cita-cita kita adalah Dokter bukan suster. Saya pribadi melihat praktikum itu sebagai sesuatu yang istimewa. Suatu pengalaman hidup yang tidak akan saya lupakan, lengkap dengan enak dan tidak enaknya. Mungkin kedepannya, saya makin akan sering berhubungan dengan pasien-pasien atau orang-orang sakit. Tapi bagi saya, pasien-pasien yang saya kenal saat saya praktikum itu adalah orang-orang spesial yang sudah berbagi banyak hal dengan saya, yang secara langsung sudah ikut mendidik saya, menjadi saya yang sekarang ini.


#Herr M**k ( RIP ), sangat menyenangkan bisa menggenggam tangan Anda berjam-jam, tepat sehari sebelum Anda pergi .. Saya masih tidak lupa minuman kesukaan Anda adalah orange juice dan air soda. Terimakasih juga untuk undangan makan kue nya. Sayangnya Anda lebih cepat dibutuhkanNya untuk kembali ke sisiNya. But it's ok ! :)

Dienstag, 28. Juli 2009

the search of the key

Kemarin malam, sekitar jam 21 nya München, saya tiba-tiba panik sendirian di dalam subway. Membuka semua kantung di tas ransel saya. Mengeluarkan semua isinya, lalu saya masukkan lagi. Keluarkan lagi, periksa semua kantungnya, masukkan lagi, keluarkan lagi ... Sampai akhirnya pikiran saya sampai pada titik, " oke, kunci kamu kali ini ilang beneran ". Saya mencoba untuk tenang, mencoba mengingat-ingat, apa saja yang saya lakukan hari ini, setelah mengunci pintu kamar saya. Saya bahkan tidak berhasil mengingat, apakah saya sudah mengunci pintu kamar saya. Lalu saya pikir lagi, mungkin kamar saya memang belum terkunci, atau mungkin sudah saya kunci, tapi kuncinya saya biarkan menggantung di pintu, atau mungkin kamarnya sudah terkunci dan kunci nya sudah saya cabut tapi ketinggalan di kotak pos, atau mungkin kunci... Berbagai - hipotese atau mungkin - dengan cepat langsung beranak pinak di kepala saya. Saya hanya ingin cepat sampai, saya hanya ingin melanjutkan mencari, di mana kunci saya .

Akhirnya subway ( yang kerasanya) paling lamban yang pernah saya naiki itu sampai jumpa ke halte di mana saya harus turun. Keluar dari stasiun subway, saya langsung menelpon teman saya yang tinggal satu apartemen dengan saya. Saya butuh dia untuk membukakan pintu apartemen untuk saya. Lalu dengan dia - yang tampangnya jadi ikut-ikutan panik, kami naik ke atas, ke kamar saya. Pintu kamar saya bukan cuma tertutup, tapi terkunci ! Dan kuncinya tidak menggantung di pintu. Jadi di mana kunci saya ?
Saya lalu memutar otak saya, menempatkan ingatan saya kembali ke sekitar 12 jam sebelumnya. Saya keluar dari kamar, lalu blank tidak ingat apa yang saya perbuat, lalu saya menyebrang jalan menuju kios untuk beli tiket , lalu saya naik subway ke perpustakaan , dan setelah dari perpustakaan saya langsung pulang lagi. Saya memperhitungkan kemungkinan di mana kunci saya hilang adalah terjatuh di jalan yang saya lalui, antara apartemen ke kios ; atau tergeletak di meja kios itu sendiri, saat saya sedang sibuk membayar, menghitung uang kembalian, dan memasukkan tiket ke dalam dompet saya; atau terjatuh di subway, entah bagaimana caranya.

Saya menyuruh teman saya kembali ke kamarnya dulu, dan saya kembali ke jalan yang 12 jam sebelumnya saya lewati. Tidak ada. Saya kembali ke kios dimana saya membeli tiket, tapi seperti yang saya duga, kios itu tentu sudah gelap dan tutup. Akhirnya saya putuskan untuk mengganggu si bapak Supervisor apartemen saya ( rumahnya ada di dekat apartemen saya ). Dia menunjukkan tampang kesal saat membukakan pintu untuk saya. Saya meminta maaf, saya bilang saya terpaksa harus mengganggu dia, karena kunci saya hilang, dan saya tidak bisa masuk ke kamar saya. Dia bilang dia tidak bisa dan tidak boleh membuka kamar begitu saja, meskipun sebenarnya dia punya kunci universal nya ! Saya jawab lagi dengan permintaan maaf berkali-kali, saya bilang saya mohon sekali bantuannya. Kalau dia sudah membukakan pintu kamar saya, saya bisa membuktikan, kalau memang saya lah yang punya kamar itu, saya bisa tunjukkan padanya kunci cadangan saya yang saya simpan di laci meja saya, saya bisa tunjukkan paspor dan surat bukti kontrak kamar saya.. saya punya semua buktinya !! Yang saya butuhkan cuma kunci, untuk masuk ke kamar itu, untuk bisa membuktikan semuanya. Akhirnya dia mengalah, dia masuk lagi ke dalam rumah, berganti baju, dan mengambil kunci universalnya. Singkatnya, berhasil lah kamar saya dibuka, dan saya tidak semalaman tidur di emperan.

Tadi pagi jam 7 saya bangun, mandi, dan langsung keluar menuju kios tiket itu. Ternyata masih tutup ( poor me, mana hujan deres banget ) . Saya tunggu saja disitu, sampai si Ibu yang punya kios akhirnya datang juga. Saya membiarkannya dulu membuka kios nya, lalu dia masuk, menaruh tas dan lain lain, sampai sepertinya dia sadar kalau saya mengamatinya, hehe.. Lalu dia bilang, " ada perlu sesuatu ? " . Saya berjalan mendekat, dan bertanya dengan nada yang esktra saya bikin sesopan dan selembut mungkin, apakah dia secara kebetulan melihat kunci yang jatuh di sekitar situ. Dia tidak menjawab, bahkan tidak menunggu saya menyelesaikan kalimat saya, tapi dengan cepat membuka lemari dan mengambil sesuatu dari lemari nya itu ..... tentu saja yang diambil adalah KUNCI saya !!

Hah.. lega rasanya. Sangat sangat lega. Apalagi mengingat yang hilang itu bukan hanya kunci kamar saya saja. Tapi satu kumpulan kunci2 yang terdiri dari kunci kamar saya ( yg sekaligus kunci pintu masuk gedung apartemen, kunci tempat parkir sepeda, kunci dapur, kunci lemari dapur, dan kunci ruang tempat sampah ) , kunci kotak pos saya, kunci sepeda saya, dan kunci kamar seorang teman saya ! Plus plus plus, ada gantungan kunci dari mama saya yang saya anggap spesial.

Pelajaran dari semuanya ini adalah. Saya harus lebih teliti , berhati-hati, dan mengurangi porsi pikiran kosong dalam kesehari-harian saya. Saya akan selalu memasukkan kunci ke tas, langsung setelah saya mengunci pintu kamar saya, bukan menggembolnya dulu di tangan, dan setelah duduk di subway baru memasukkannya ke dalam tas. Saya akan lebih tenang dan tidak tergesa-gesa saat saya membeli sesuatu.
Memang, dari suatu kehilangan.. kita bisa belajar.

PS : bapak supervisor itu sudah saya hadiahi sekotak coklat Mercy tadi pagi. Saya bilang ini untuk ucapan terimakasih sekaligus permohonan maaf sudah mengganggu istirahat Anda tadi malam. Dia bilang "semustinya itu tidak perlu, kan Anda juga terpaksa melakukannya" ~~' . Kok beda ya, sama kemaren waktu saya belum bawa coklat ..