Posts mit dem Label liveliness werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label liveliness werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Samstag, 28. September 2013

tu me manques

mengamati segenap tulisan yang sudah selesai kurangkai sejak beberapa menit lalu. mencermati ulang, apa setiap kata yang kutulis, sudah sesuai dengan makna yang memang hati ini ingin nyatakan.
kemudian, sepasang mata ini mengalihkan fokus nya, hanya pada tombol "send" .

kerjasama erat dan unik dari Lobus frontalis dan sistem limbik di kepala, mengendalikan jari-jari ku menjauh dari tombol "send" . alih-alih, diarahkannya untuk menekan tombol bergambar anak panah dan tanda silang. dalam sekejap, gerombolan huruf yang sarat dengan perasaan tadi , hilang. layar untuk menulis pesan di telepon genggam ku kembali kosong. 

entah sudah berapa kali. sudah berapa juta atau bahkan milyar huruf, pernah kususun, untuk akhirnya ku hapus lagi. sudah berapa lampiran kertas selesai kutulisi dan kumasukkan ke dalam amplop, lengkap dengan alamat tujuan dan perangko, untuk akhirnya kusimpan dalam kotak biru di bawah meja belajar ku.
entah sudah berapa kali, dalam mimpi, aku berusahan meneriakkan nama mu.
namun suara ini tak keluar. tertahan oleh entah apa, yang super kuat, tak bisa kulawan, seberapa pun keras aku berontak.

aku merindukan mu.
merindu berbicara dengan mu.
membahas apa pun yang bergerak, atau tidak bergerak.
mempertanyakan hal-hal yang mungkin cuma Tuhan dan Alam Semesta punya jawabnya.
aku merindukan mu.
karena mungkin, .. memang cuma itu yang aku bisa. 



Freitag, 18. Dezember 2009

sempat lupa

sepertinya saya sempat lupa, bahwa tujuan utama saya menulis di blog ini adalah untuk kesejahteraan lahir dan batin saya sendiri. sepertinya saya sempat lupa, bahwa blog ini memang di'ada'kan, untuk diisi dengan hal-hal yang tidak mampu saya tuangkan dengan tutur kata. saya sempat lupa, blog ini memang di'lahir'kan oleh saya, untuk meniadakan limit-limit yang harus selalu membatasi kebebasan saya berkomunikasi kepada orang lain.

beberapa waktu lalu,seorang teman sempat menemukan blog saya ini. saya tidak terlalu suka dengan hal itu. saya beranggapan, dia belum cukup bijak, untuk membaca semua postingan saya dengan netral, dengan tanpa sesudahnya merasa diprovokasi. kenyataan bahwa teman saya menemukan blog ini, dan adanya kemungkinan dia akan memberitahukan blog saya ini ke teman saya yang lain, cukup membuat saya kesal. sebegitu kesal dan sebegitu lupa nya saya pada tujuan awal menulis di blog, sehingga saya mengganti blog address saya. setelah mengganti nya, saya sudah menjadi sedikit lebih tenang. namun entah kenapa, saya jadi malas untuk menulis di blog ini lagi, dengan alasan malas dibaca oleh teman saya itu, kalau-kalau saja dia berhasil menemukan blog address saya yang baru.

hari ini, kira-kira dua jam yang lalu. saya menyadari kebodohan dan kealpaan saya. saya menyadari betapa saya lupa, akan motivasi awal yang saya punyai sendiri. saya hanya ingin menulis, apa yang tidak mampu saya katakan. saya ingin menulis, hal-hal yang mungkin orang lain tidak ingin mendengarnya. saya ingin menulis tanpa dihambat toleransi untuk tidak menyakiti lawan bicara saya. jadi saya merubah lagi blog address saya, ke alamat yang semula, yang orisinil.

seandainya seorang teman itu datang kembali dan membaca.. biarlah dia membaca, apa yang saya tulis. dan biarlah dia menarik kesimpulan, sesuai apa yang pikirannya simpulkan. biarkan dia senang, kalau dia merasa tersanjung atas apa yang saya tulis. biarkan dia marah dan benci, kalau dia merasa saya menjelekkan dia. biarlah dia tidak terlindungi dari kebenaran pendapat yang seringkali saya batasi dalam perkataan-perkataan saya.

PS : untuk kamu, kalau kamu membaca ini dan menyadari yang dimaksud di sini adalah kamu.. , thanx lhoh sudah mampir dan menyempatkan untuk baca. behalt bitte deine eigene vorurteile.

Mittwoch, 30. September 2009

pindahan


Ini postingan pertama kali yang akan saya post-kan dari tempat tinggal saya yang baru.
Yap, sejak tadi sore saya sudah resmi berpindah dari tempat tinggal lama ke tempat tinggal baru yang sekarang ini.
Sekalian sharing tentang sistem tinggal di apartemen pelajar di kota München yang agak sedikit rumit.
Di Jerman ini, para mahasiswa bisa tinggal di apartemen pelajar yang dimiliki oleh tiap kota. Keuntungan utama adalah, harga sewa nya lebih murah daripada apartemen umum. Selain itu, letak nya pun biasa nya tidak jauh dengan kampus. Keuntungan lainnya adalah fasilitas seperti mesin cuci, mesin pengering cucian, internet flatrate, ruang belajar, ruang pesta, mesin automat minuman atau snack ringan dll .. . Tentu saja tidak semua apartemen mempunyai fasilitas itu, masing-masing apartemen dilengkapi dengan fasilitas nya masing-masing. Semakin tinggi harga sewa apartemen itu, akan semakin bermacam-macam pula fasilitas dan kelayak-hunian apartemennya.
München, mempunyai peraturan membatasi jangka waktu tinggal di apartemen itu. Setiap pelajar yang terdaftar di Universitas München, hanya mempunya jatah tinggal selama 3 tahun di satu apartemen. Seandainya kita sudah tinggal di salah satu apartemen pelajar milik kota München selama 3 tahun, kita harus keluar dan pindah ke apartemen yang lain. Kita bisa pindah ke apartemen pelajar lain yang tidak dimiliki oleh kota München melainkan privat ( misalnya, tempat sekarang saya tinggal ini adalah sebuah apartemen pelajar privat, dia dimiliki oleh yayasan Katholik ) , atau pindah ke apartemen umum yang biasa harganya lebih mahal ditambah lagi dengan biaya listrik, gas, dan air yang masih harus kita tanggung sendiri, atau kita bisa juga tinggal di rumah orang Jerman yang menyewakan sebuah kamar di rumahnya.

Semua ada positif dan negatifnya. Dan setelah berulang kali berpikir dan berhitung, saya memutuskan untuk mengambil sebuah kamar di apartemen pelajar privat yang sekarang ini saya tempati. Disini, saya juga akan mendapatkan jatah 3 tahun tinggal. Apartemen yang sekarang ini lebih tua daripada apartemen saya sebelumnya. WC dan Kamar Mandi juga tidak ada di dalam kamar, tapi di luar dan harus berbagi dengan tetangga-tetangga yang berada satu lantai dengan saya. Tiap lantai ada sekitar 20 kamar dengan 4 kamar mandi, dan 3 WC pria , 3 WC wanita. Dari segi WC dan kamar mandi, saya mutlak lebih menyukai apartemen saya yang lama, di mana saya memiliki WC dan kamar mandi di dalam kamar saya, yang berarti juga saya tidak harus berbagi dengan tetangga-tetangga yang lain. ( maaf sebelumnya** - WC jorok dan bau ternyata bukan hanya ada di Indonesia. ) Sementara dari segi dapur dan ruang makannya, saya lebih menyukai apartemen yang baru ini. Di apartemen yang baru ini, terdapat dua buah dapur, masing-masing lengkap dengan kompor listrik dan backoven juga tempat cuci piring. Dua buah dapur ini, akan dihubungkan oleh satu ruang yang luas dengan sofa dan meja-meja, juga dilengkapi dengan televisi, di situ kita bisa makan atau sekedar ngobrol sambil nonton TV.

Saya menyadari betapa barang saya sudah sangat beranak-pinak sejak saya pertama kali menginjakkan kaki di jerman. 10 kardus, 1 koper besar, 1 koper kecil, 1 tas ransel besar, masih ditambah dengan Personal Computer dan Monitor, coffee maschine, vacuum cleaner, TV, beberapa pot tanaman, aquarium saya beserta perangkatnya, dan 1 sepeda. Fiuh ! Untung saya punya teman-teman yang mau membantu. Yang saya kerjakan sendirian hanyalah packing dan bebersih apartemen lama. Teman-teman saya membantu mulai dari mengangkat barang-barang tersebut di atas, dari apartemen saya yang lama masuk ke dalam mobil pindahan, lalu mengatur di dalam mobil pindahan biar kardus-kardusnya tidak ada yang jatuh atau mengguling dan tidak ada barang yang pecah, lalu teman saya juga yang menyetir mobil pindahan itu, kemudian menurunkan barang-barang dari mobil dan membawa nya ke apartemen baru saya ini.

Sekarang barang-barang itu masih di dalam kardus. Saya belum membukanya semua. Yang saya keluarkan hanyalah barang-barang yang penting-penting dulu. Seperti pakaian, alat mandi, alat makan, dan tentu saja komputer :) Besok akan saya bongkar pelan-pelan saja kardus-kardus itu. Saya masih akan memikirkan tata ruang yang paling oke. Yang senyaman mungkin, dan tidak membuat saya terus merindukan apartemen saya yang lama ..
even at this time, i just want my old bed .. i want to sleep on my old bed..

night everyone, wish me a nice dream on my new and a bit strange bed.

Freitag, 4. September 2009

untuk diingat ( dan dilaksanakan )

Nanti . Suatu saat nanti, kalau saya dikaruniai kesempatan menjadi seorang Ibu, untuk anak-anak yang dititipkan dari Nya ..
- saya tidak akan mempermasalahkan waktu yang harus saya gunakan untuk memotong-motong wortel, ayam, kentang, bayam, atau apapun untuk mengolah makanan yang enak dan bergizi untuk anak saya. Bukan makanan instan kalengan !!

- saya tidak akan mempermasalahkan waktu yang harus saya gunakan untuk mencuci, menjemur, dan menyetrika setumpuk pakaiannya ( berikut sprei dan selimutnya ) , selama dia bisa selalu mengenakan pakaian yang bersih, hangat, kering, tidak lecek dan tidak bau !!

- saya tidak akan mengomel di depannya betapa lengan saya pegal, karena dia begitu gendut nya, namun selalu minta digendong, dan tidak akan berhenti menangis jika tidak digendong. saya tidak menjanjikan menggendongnya 24 jam, tapi saya berjanji tidak akan mengomel di depannya betapa dia berat dan menyusahkan !!

- saya akan lebih memilih mengirit untuk tidak membeli sepatu atau baju atau tas baru untuk saya, atau tidak mengacuhkan peralatan dapur terbaru yang ibu-ibu tetangga perbincangkan, tapi bisa membelikannya baby oil atau baby lotion yang bagus, yang bisa membuat kulitnya tetap halus dan mengurangi kesensitifannya.

- kalau semuanya itu masih tidak cukup. kalau semuanya itu masih tidak membuatnya terlengkapi, saya mau dia tahu, ada satu yang bisa dia pegang selama hidup saya, yaitu bahwa saya mencintainya !!

( catatan kecil setelah menghabiskan waktu beberapa hari dengan seorang Ibu muda dan anak bayinya. beberapa hari yang terasa sangat panjang. beberapa hari yang saya habiskan dengan menghela napas panjang, menahan emosi, dan menggelengkan kepala, dan diam-diam mengikrarkan janji dalam hati " saya tidak boleh jadi seperti Ibu itu, saya harus lebih baik ! saya harus lebih waras ! " )



Freitag, 7. August 2009

07. 08. 09


Tidak sedikit orang yang menganggap tanggal hari ini sebagai salah satu peristiwa unik. Saya bahkan mendapatkan SMS dari dua orang teman, dengan isi yang kira-kira sama. Mengingatkan saya, bahwa hari ini, pada jam 12 menit 34 detik 56, akan terjadi susunan angka 12.34.56 7.8.09 , sesuatu yang tidak akan terjadi dua kali.

Buat saya, hari ini adalah hari yang spesial. Bukan karena susunan angkanya yang hanya terjadi sekali saja. Bukan juga hari ulangtahun saya. Hari ini saya genap lima tahun sudah berada di Jerman.

6 Agustus 2004 saya terbang ke Jerman, untuk pertama kalinya. Sehari sebelumnya, saya benar-benar merasakan perasaan yang campur aduk. Antara senang, sedih, ragu-ragu, nervous, takut, penasaran, semuanya melebur menjadi satu. Saya tidak bisa tidur malam harinya, pelan-pelan menyelundup ke kamar orangtua saya, berencana untuk tidur di tengah-tengah mereka, tapi tidak jadi saya lakukan karena takut membangunkan mereka. Saya takut orangtua saya tahu kalau saya mulai ragu-ragu, dan mulai mempunyai rasa takut untuk pergi. Akhirnya saya memutuskan untuk duduk diam saja di sofa depan TV, memandangi anjing puddel saya Chopin yang terlelap di samping saya. Sambil sesekali mengelus-elusnya, saya membayangkan betapa saya akan merindukannya.. Saya membayangkan kehidupan di tempat lain tanpa orangtua, tanpa Mbak, tanpa Chopin.. Saya tidak punya siapa-siapa di sana, apa saya betul mau ??

Semua perasaan takut dan ragu-ragu itu tiba-tiba meraib saat saya sudah duduk di dalam pesawat, dan siap diterbangkan sampai ke Jerman. Yang semakin menguat hanyalah itikad, menempuh satu jalan yang sudah dipilih setelah dipikirkan masak-masak.
Tanggal 7 Agustus 2004, pukul 13.05 waktu Jerman, saya mendarat di Düsseldorf . Dan malam itu, malam pertama saya berada di Jerman, adalah malam paling sepi , paling gelap, dan paling panjang yang pernah saya rasakan.

Hari-hari sesudahnya, tidak separah atau semenyedihkan yang saya kira. Saya mulai paham, memisah-misahkan sampah, menggunakan kompor listrik, satu kunci untuk beberapa pintu. Saya mulai punya kenalan, teman, komunitas. Telinga saya mulai mahir menangkap setiap kata yang keluar dari mulut orang-orang Jerman, otak saya menjadi lebih catas melahirkan kata-kata dalam bahasa Jerman lewat mulut saya, pencernaan saya mulai doyan dan terbiasa dengan makanan makanan Jerman. Lambat laun, ritme kehidupan di Jerman pun saya temukan ..
Saya berasimilasi, mulai kerasan dengan kebiasaan-kebiasaan Jerman, namun selalu berusaha menyelaraskannya dengan kebudayaan Indonesia yang masih sangat melekat.

Berada di luar negeri, jauh dari keluarga dan orang-orang yang saya sayangi, bukanlah suatu hal yang mudah bagi saya. Beberapa hal terjadi, susah ataupun senang, dan semuanya itu harus saya hadapi sendirian. Tidak ada papa atau mama yang selalu bisa menjaga saya dari setiap masalah. Tapi saya merasa sangat bersyukur, saya bisa diberikan kesempatan seperti ini. Sangat banyak hal baru yang sudah dan masih akan saya pelajari di sini, baik itu pendidikan, kebudayaan, pemikiran, peraturan, birokrasi, ataupun sosialisasi. Saya akan mencoba menyerap sari-sari yang baik, dan dengan filter yang kokoh akan saya saring hal-hal yang saya anggap tidak perlu saya tanamkan pada diri saya. Sampai nanti suatu saat, kalau waktu nya sudah tiba. Kalau sudah cukup banyak pelajaran yang saya dapatkan. Kalau saya secara psikis dan fisik sudah jadi lebih matang. Saya akan pulang .. , saya akan kembali pada semua yang saya sayangi.

( meskipun sepertinya.., saya akan merindukan Jerman, kalau saat itu tiba.. )