kalo loe berpikir
orang-orang yang ga seagama sama loe
itu tidak akan dapat pertolongan jasmani rohani
..
ya itu derita loe .
kalo loe berpikir
kenapa "tuhan" loe "marah" sama loe
sampe ujian loe dikasih ga lulus
sementara orang-orang yang mengaku tak bertuhan
malah dikasih lulus, bonus nilai bagus
..
ya itu derita loe.
kalo bahkan loe berpikir
ada tuhan loe
tuhan nya
tuhan mereka
tuhan ini tuhan itu
..
dengan segenap hati
gue kasihan sama loe.
Mittwoch, 14. Mai 2014
Montag, 12. Mai 2014
balon kuning jingga
RIP 24.4.2014
tadi aku kembali mencari mu
tentu saja di rumah itu
semua sudut, semua kolong, semua sarang laba-laba
kubuat morat marit
tetap saja
tak ketemu.
kamu
sebenarnya sembunyi di mana ?
aku begitu yakin
rumah itu tak akan kamu tinggalkan
karena kamu lah "rumah" nya
dan bangunan itu, tinggal di dalam mu
kalian tak mungkin dipisahkan
jadi, kamu ke mana ? di mana ?
sementara itu..
orang datang
pakaian hitam-hitam
berkerudung air mata
seolah mata nya terluka
mulut-mulutnya tak henti terbuka-buka
mengucap seolah doa
dan ketulusan...
berdiri jauh di tempat lain.
tidak di sini.
mungkin ikut sembunyi dengan mu.
diam mu bising
apa yang lahir dari ketidakhadiran warna ?
kau bilang hitam
kau bilang putih
" Tidak ! "
lalu hardik mu sendiri
kemudian tak berlanjut
diam mu adalah jawaban.
apa yang tersisa dari semakin-berpudarnya rasa ?
kau bilang bosan
kau bilang sementara
" Tidak ! "
sekali lagi kau marahi pikirmu sendiri
sekali lagi kau namun berhenti
dan diam mu kembali jawaban.
apa yang tersisa dari semakin-berpudarnya rasa ?
aku ?
kamu ?
petak-petak hati yang makin menjauh ?
sudahlah
diam mu pun cukup memekakkan dengar ku.
mari bahagia.
hanya tidak bersama.
kau bilang hitam
kau bilang putih
" Tidak ! "
lalu hardik mu sendiri
kemudian tak berlanjut
diam mu adalah jawaban.
apa yang tersisa dari semakin-berpudarnya rasa ?
kau bilang bosan
kau bilang sementara
" Tidak ! "
sekali lagi kau marahi pikirmu sendiri
sekali lagi kau namun berhenti
dan diam mu kembali jawaban.
apa yang tersisa dari semakin-berpudarnya rasa ?
aku ?
kamu ?
petak-petak hati yang makin menjauh ?
sudahlah
diam mu pun cukup memekakkan dengar ku.
mari bahagia.
hanya tidak bersama.
Dienstag, 22. Oktober 2013
Herbstträume
das war einmal im Herbst
ich weiss nicht mehr, wann das genau war
nicht dieses Jahr
nicht vorletztes Jahr
vielleicht ein Jahr davor ?
aber ich weiss noch ganz genau
die Bäume und die Blätter waren nicht wie immer
die waren schön, aber wie !
die waren bunt
und überall lagen die.
das war einmal im Herbst
ich war nicht so ganz alleine
ich war nicht wie immer
ich war glücklich, aber wie !
nein, ich war nicht alleine
du warst da
wir waren zusammen
in einem einmaligen Herbst
aber ich weiss nicht mehr, wann das genau war
oder war das nur einen Traum ?
dann war das aber,
einen sehr schönen Traum.
ich weiss nicht mehr, wann das genau war
nicht dieses Jahr
nicht vorletztes Jahr
vielleicht ein Jahr davor ?
aber ich weiss noch ganz genau
die Bäume und die Blätter waren nicht wie immer
die waren schön, aber wie !
die waren bunt
und überall lagen die.
das war einmal im Herbst
ich war nicht so ganz alleine
ich war nicht wie immer
ich war glücklich, aber wie !
nein, ich war nicht alleine
du warst da
wir waren zusammen
in einem einmaligen Herbst
aber ich weiss nicht mehr, wann das genau war
oder war das nur einen Traum ?
dann war das aber,
einen sehr schönen Traum.
Samstag, 28. September 2013
hal kecil yang tidak berarti (kecil)
tadi saya dengar dari seseorang, kamu menyebut-nyebut tentang saya.
tidak.. tenang saja. saya tidak lalu jadi Ge-eR !
saya tidak akan bersenang hati, kamu ternyata masih ingat nama saya.
saya juga sudah tidak mau menganalisa
alasan apa yang membikin kamu tidak lagi mau berkomunikasi dengan saya, lewat jalan apapun
hidup mu ya urusan mu
seharusnya saya sadar lebih awal.
namun yang membikin kuping saya sedikit lebih terbuka
adalah ketika seseorang tadi itu berkata
kamu bilang, kamu yakin
bahwa jalan yang saat ini sedang saya tempuh, adalah yang paling benar
dan tidak seperti orang kebanyakan, yang mencibir
kamu bahkan yakin
saya akan sampai ke tujuan saya
lewat jalan ini
dan ini lah yang memang terbaik.
ternyata enam tahun ini
masih ada satu yang sama dari mu.
tidak.. tenang saja. saya tidak lalu jadi Ge-eR !
saya tidak akan bersenang hati, kamu ternyata masih ingat nama saya.
saya juga sudah tidak mau menganalisa
alasan apa yang membikin kamu tidak lagi mau berkomunikasi dengan saya, lewat jalan apapun
hidup mu ya urusan mu
seharusnya saya sadar lebih awal.
namun yang membikin kuping saya sedikit lebih terbuka
adalah ketika seseorang tadi itu berkata
kamu bilang, kamu yakin
bahwa jalan yang saat ini sedang saya tempuh, adalah yang paling benar
dan tidak seperti orang kebanyakan, yang mencibir
kamu bahkan yakin
saya akan sampai ke tujuan saya
lewat jalan ini
dan ini lah yang memang terbaik.
ternyata enam tahun ini
masih ada satu yang sama dari mu.
tu me manques
mengamati segenap tulisan yang sudah selesai kurangkai sejak beberapa menit lalu. mencermati ulang, apa setiap kata yang kutulis, sudah sesuai dengan makna yang memang hati ini ingin nyatakan.
kemudian, sepasang mata ini mengalihkan fokus nya, hanya pada tombol "send" .
kerjasama erat dan unik dari Lobus frontalis dan sistem limbik di kepala, mengendalikan jari-jari ku menjauh dari tombol "send" . alih-alih, diarahkannya untuk menekan tombol bergambar anak panah dan tanda silang. dalam sekejap, gerombolan huruf yang sarat dengan perasaan tadi , hilang. layar untuk menulis pesan di telepon genggam ku kembali kosong.
entah sudah berapa kali. sudah berapa juta atau bahkan milyar huruf, pernah kususun, untuk akhirnya ku hapus lagi. sudah berapa lampiran kertas selesai kutulisi dan kumasukkan ke dalam amplop, lengkap dengan alamat tujuan dan perangko, untuk akhirnya kusimpan dalam kotak biru di bawah meja belajar ku.
entah sudah berapa kali, dalam mimpi, aku berusahan meneriakkan nama mu.
namun suara ini tak keluar. tertahan oleh entah apa, yang super kuat, tak bisa kulawan, seberapa pun keras aku berontak.
aku merindukan mu.
merindu berbicara dengan mu.
membahas apa pun yang bergerak, atau tidak bergerak.
mempertanyakan hal-hal yang mungkin cuma Tuhan dan Alam Semesta punya jawabnya.
aku merindukan mu.
karena mungkin, .. memang cuma itu yang aku bisa.
kemudian, sepasang mata ini mengalihkan fokus nya, hanya pada tombol "send" .
kerjasama erat dan unik dari Lobus frontalis dan sistem limbik di kepala, mengendalikan jari-jari ku menjauh dari tombol "send" . alih-alih, diarahkannya untuk menekan tombol bergambar anak panah dan tanda silang. dalam sekejap, gerombolan huruf yang sarat dengan perasaan tadi , hilang. layar untuk menulis pesan di telepon genggam ku kembali kosong.
entah sudah berapa kali. sudah berapa juta atau bahkan milyar huruf, pernah kususun, untuk akhirnya ku hapus lagi. sudah berapa lampiran kertas selesai kutulisi dan kumasukkan ke dalam amplop, lengkap dengan alamat tujuan dan perangko, untuk akhirnya kusimpan dalam kotak biru di bawah meja belajar ku.
entah sudah berapa kali, dalam mimpi, aku berusahan meneriakkan nama mu.
namun suara ini tak keluar. tertahan oleh entah apa, yang super kuat, tak bisa kulawan, seberapa pun keras aku berontak.
aku merindukan mu.
merindu berbicara dengan mu.
membahas apa pun yang bergerak, atau tidak bergerak.
mempertanyakan hal-hal yang mungkin cuma Tuhan dan Alam Semesta punya jawabnya.
aku merindukan mu.
karena mungkin, .. memang cuma itu yang aku bisa.
Freitag, 7. Juni 2013
Abonnieren
Posts (Atom)