Mittwoch, 8. Juni 2016

hari ini,
regut rindu ku sibuk mencari ada mu
namun nihil.

yang liar adalah angan dan kenangan
bangku lengang itu usapmu
sudut kota itu pelukmu
teduh pohon itu hangatmu.

tidak ada kamu
hari ini
di samping ku.

bukan hal baru.
bukan hal baru.
bukan satu atau dua hari.

aku merengkuhmu dengan rindu dan asa
seperti diuntai tak ada habisnya
hati ini sembilu
namun bertekad untuk tetap.

tidak ada kamu, hari ini.
entah esok.

05.06.16 , 02:41

Mittwoch, 20. April 2016

renjana itu mungkin seperti ini :
saat mata terpejam, namun gambar wajah mu tak lagi bisa terbayang jelas. seperti lupa. seperti jarak yang tak lagi terpeta, atau waktu yang tak ada kunjung sudahnya.
dan secerdik apapun kepala mu mencoba mengingkari adanya, lubang di hati mu, belum juga menutup atau mengecil.

Donnerstag, 14. April 2016

kalaupun nanti
jalan yang kita pilih, bercabang
ketahuilah
bukan cinta yang tak lagi bisa dipercaya
namun sayang,
cinta saja, tidak cukup

di antara rintik gerimis
dan sepoi angin musim panas
ku sisipkan satu rindu
, untuk mu.

Sonntag, 7. Februar 2016

wie in alten Zeiten

du willst heute nicht mit mir reden
du schreibst mir nicht mal
es war meine Schuld, ich weiß
doch ich hoffe
du wirst mich nicht im Stich lassen.

was ich jetzt hoffe ist
mit dir zur zweit auf dem Couch vor dem Fernsehen zu sitzen
ich in T-Shirt und kurzen-alten-zu großen-aber angenehmen Hose
du... du kannst alles anhaben, du wirst immer gut aussehen
wir gucken gemeinsam Liebesfilme oder Batsu Game an
ich werde uns davor was zum Essen kochen oder backen
dann erzähle ich dir nebenbei über meine super süße Patienten
und du wirst mitlachen, das garantiere ich dir !
und dann.. wenn du endlich aufhörst zu lachen
küsse ich deine Augen
du wirst mir bestimmt danach sagen
dass du es weißt, wie sehr ich dich liebe
ich allerdings werde dir antworten "nein!! nein!! das täuscht nur"
dann werden wir beide laut lachen und kuscheln.

schön wär's

Sonntag, 3. Januar 2016

wenn es mal so ist

warst du schon mal so traurig,
dass du nicht aufhören zu weinen kannst ?
dass du so müde vom weinen geworden bist ?
du schliefst ein, wachtest wieder auf
und merktest, das Kissenbezug ist immer noch nass, du konntest also noch nicht so lang schlafen
und dann liefst die Träne wieder
auch wenn du irgendwie nicht mehr weißt, warum weinst du eigentlich ?
dann versuchtest du
dich selbst zu überzeugen
du bist kein Weichei
alles wird wieder gut
es ist nicht dein Schuld
und für paar Sekunden, dachtest du, dass du dich wieder im Griff hast
doch es hielt nicht lange aus
denn du bist nun mal richtig traurig
und es tat so weh zu atmen.

nein,
ich hoffe so was muss dir nicht geschehen.
weil wenn man das einmal erlebt hat
weißt man wie sich es anfühlt
und so ein Gefühl
wünscht man nicht nochmal zu erleben
wünscht man auch keinem zu erleben.


Samstag, 17. Oktober 2015

belajar diam

jadi, ada juga manusia yang seperti itu.
yang bermulut seperti Durna, bengis, congkak, dan banyak bicaranya.
bedanya, si Bambang Kumbayana itu memang cerdik luar biasa dan siasat perang nya tiada bandingnya.
yang satu ini ?
sudahlah, lebih baik tak ku katakan. daripada kurendahkan diri sendiri.

jadi, hari itu
aku sedang bermain-main dengan satu anak bayi laki-laki berusia tujuh bulan, merangkaknya sangat cepat, tempurung lutut nya pun sudah terbentuk kuat, makanya cukup dengan bantuan pegangan di dua jari ku saja, sudah bisa dia berdiri. orang tua nya pasti bangga. kalau saja, mereka masih ada.
perhatian ku ke anak itu terusik, saat ku dengar seseorang menyapa ku. seseorang dengan suara yang ku kenal, dan ku harap tidak usah pernah kudengar lagi saja.
ya, orang satu itu.
dia bertanya , anak siapa itu. Aku enggan menjawab, karena sudah tahu, apa pertanyaan berikutnya.
Ternyata diam ku tak mencegah nya untuk lanjut bertanya.
Lho, apa kamu tidak bisa menikah dan punya anak sendiri ? Daripada bermain dengan anak orang. Apa di negeri mu sana, tidak ada yang mau mengawini mu ? 


jadi, memang ada manusia seperti itu
nyata, bukan hanya di drama korea saja.
dan harus kuakui kata-kata nya itu sempat membuat ingsun morat-marit, ingin teriak, ingin mengumpat, ingin membalas dengan kata-kata yang lebih rendah derajatnya.
bisa ? bisa saja. pernikahannya di atas kertas, hanyalah dengan satu wanita saja. namun hubungannya di luar pernikahan dengan wanita tidak usah dihitung atau ditanya jumlahnya. anak-anak yang dia hasilkan di luar pernikahan tidak dia akui sebagai anak kandungnya, namun anak asuh. tentu saja untuk membangun citra yang bagus, seorang dermawan lah dia menyekolahkan anak-anak kurang mampu. apa istrinya tahu tentang sifat anyir suaminya ? tentu saja. istrinya berkedok belajar dari teori memaafkan 70 kali 7 kali. te-o-ri nya. praktek nya ? si istri berkencan dengan lelaki-lelaki lain yang lebih muda.
ketiga anak perempuan ku, bahkan yang lebih muda dari mu, sudah bersuami semua. Apalagi yang kamu tunggu ? Apa karena kamu tak ada pekerjaan di negeri mu sana ? Katanya sekolah mau jadi dokter, pasti tak ada yang percaya dan mau berobat dari mu, sehingga kamu tak bisa bekerja bukan ? 
terusnya mengoceh.. Aku berusaha menenangkan diri ku dengan menyanyikan lagu "Vincent" dalam hati "now, I understand, what you tried to say to me and how you suffered for your sanity" . Aku tidak mengerti bagaimana dia bisa berkoar tentang putri-putri nya. Salah satu putri nya pergi meninggalkan rumah tanpa pamit. Setelah melibatkan bantuan polisi, akhirnya ketemu dalam keadaan mengandung. Tidak perlu kuceritakan dari siapa dia mengandung dan di mana dia berhasil ditemukan oleh polisi.

jadi, mulutnya yang tidak bisa diam
sudah memancing emosi ku sampai batasnya. aku sedang memikirkan kata-kata yang bisa berubah jadi keris Cundamanik atau panah Sangkali dan langsung menikam jantung nya. tapi tidak ketemu-ketemu. yang kutikam atau kutusuk atau kubunuh adalah jasadnya, yang busuk adalah fikir nya. itu tidak dapat kumusnahkan.

jadi akhirnya,
beberapa hari setelah kejadian itu, aku belajar banyak hal. bahwa orang dungu berusaha menutupi kedunguannya dengan suara yang keras. bahwa kesabaran itu bisa dilatih setiap harinya, dengan berdiam. tidak menjawab bukan berarti sepaham atau mengalah, atau kalah. dan untuk pelajaran hidup kali ini, orang itu lah guru nya.

terimakasih. karena tak ada pelajaran yang tidak sungguh-sungguh. :)