kalau,
setelah berlarian panjang
sampai luruh gemuruh semua anak-anak napas
menipis habis
,
tetap saja mendambakan mu lebih daripada
berharap sisa napas datang kembali.
apa aku,
lalu jadi pendosa ?
Freitag, 7. Juni 2013
Sonntag, 12. Mai 2013
Das Leben geht weiter .
saya kangen menulis ,...
banyak sekali bahan yang seharusnya bisa dituliskan
dari kehidupan sehari-hari, yang tampaknya biasa-biasa saja, tapi sebenarnya selalu membawa warna baru
dari renungan-lamunan-pikiran-atau sekedar emosi emosi gila yang sering datang tanpa diminta
dan tentunya.. dari mengamati hiruk pikuk hidup .
sedihnya,
intensitas menulis yang makin menurun
membikin tingkat kesulitan menulis jadi semakin tinggi ( setidaknya untuk saya )
susah sekali, bahkan untuk memutuskan kalimat pertama dari paragraf pembuka
ide-ide yang muncul di benak dan berteriak meminta dituliskan
sering harus puas dengan sekedar mencapai batas " draft " tulisan
padahal, menulis sering saya padankan dengan terapi gratis
dengan menulis, saya merasa emosi saya di'stabil'kan
dengan menulis, saya merasa, saya bisa tetap waras.
tidak banyak hal baru atau perubahan yang terjadi dalam hidup saya di akhir-akhir ini
namun semakin hari, semakin saya bersyukur, untuk semua yang boleh terjadi dalam hidup saya
untuk kedua orangtua saya , yang selalu mensupport saya secara fisik dan psikis
untuk teman dekat saya , yang masih setia bertahan dengan kegilaan-kegilaan saya , dan menyayangi saya apa adanya
untuk pekerjaan saya , yang melatih saya untuk terus berkembang , mendidik saya untuk menjadi satu pribadi dengan berbagai macam sikap : tegas , disiplin , lembut , ramah , tidak basa basi , pengertian , sabar , harus bisa dipercaya , dan semua itu sekaligus.
saya bukan malaikat, apalagi dewa
tentu saja , saya tidak selalu berhasil , justru sebaliknya
namun saya belajar... itu tidak mudah, tapi saya menikmati proses belajar ini
rasa bosan di hari sabtu dan minggu , dan rasa rindu kepada para pasien , menyadarkan saya, bahwa saya beruntung ! karena saya mempunyai pekerjaan, yang saya cintai.
jadi...
seperti yang pernah saya katakan kepada seorang teman
mungkin tidak perlu mengkhawatirkan kewarasan diri sendiri
mungkin dunia ini juga tidak selalu waras
mungkin .. ?
tapi yang pasti
saya akan tetap bertahan
( doakan saya )
banyak sekali bahan yang seharusnya bisa dituliskan
dari kehidupan sehari-hari, yang tampaknya biasa-biasa saja, tapi sebenarnya selalu membawa warna baru
dari renungan-lamunan-pikiran-atau sekedar emosi emosi gila yang sering datang tanpa diminta
dan tentunya.. dari mengamati hiruk pikuk hidup .
sedihnya,
intensitas menulis yang makin menurun
membikin tingkat kesulitan menulis jadi semakin tinggi ( setidaknya untuk saya )
susah sekali, bahkan untuk memutuskan kalimat pertama dari paragraf pembuka
ide-ide yang muncul di benak dan berteriak meminta dituliskan
sering harus puas dengan sekedar mencapai batas " draft " tulisan
padahal, menulis sering saya padankan dengan terapi gratis
dengan menulis, saya merasa emosi saya di'stabil'kan
dengan menulis, saya merasa, saya bisa tetap waras.
tidak banyak hal baru atau perubahan yang terjadi dalam hidup saya di akhir-akhir ini
namun semakin hari, semakin saya bersyukur, untuk semua yang boleh terjadi dalam hidup saya
untuk kedua orangtua saya , yang selalu mensupport saya secara fisik dan psikis
untuk teman dekat saya , yang masih setia bertahan dengan kegilaan-kegilaan saya , dan menyayangi saya apa adanya
untuk pekerjaan saya , yang melatih saya untuk terus berkembang , mendidik saya untuk menjadi satu pribadi dengan berbagai macam sikap : tegas , disiplin , lembut , ramah , tidak basa basi , pengertian , sabar , harus bisa dipercaya , dan semua itu sekaligus.
saya bukan malaikat, apalagi dewa
tentu saja , saya tidak selalu berhasil , justru sebaliknya
namun saya belajar... itu tidak mudah, tapi saya menikmati proses belajar ini
rasa bosan di hari sabtu dan minggu , dan rasa rindu kepada para pasien , menyadarkan saya, bahwa saya beruntung ! karena saya mempunyai pekerjaan, yang saya cintai.
jadi...
seperti yang pernah saya katakan kepada seorang teman
mungkin tidak perlu mengkhawatirkan kewarasan diri sendiri
mungkin dunia ini juga tidak selalu waras
mungkin .. ?
tapi yang pasti
saya akan tetap bertahan
( doakan saya )
Sonntag, 6. Januar 2013
happy two in one
tangkup tangan dan bisik doa kali ini terucap
diperuntukkan mu.
Mu yang sedang berenang tawa
mu yang sedang memandang nirwana
mu yang tidak lagi satu dalam presensi .
Berbahagialah selalu !
itu yang pasti kupintakan untuk mu
agar terang langit selalu mengiringi setiap pergimu
dan bintang bertabur tetap menjadi pelita
saat malam menjelang mu.
kan kupohonkan juga untukmu
pintu cadangan yang selalu dibukakan
saat kamu mengetuk pintu-pintu lain terkunci.
Bahagia lah
Bahagia lah
Jadilah tetap dirimu sendiri, hanya bertambahlah bahagia.
Amien.
ps: jawaban ku tidak pernah tidak. aku hanya tidak mengira, kamu tidak pernah menyadari nya. tidak akan pernah, dan lebih baik begitu :)
diperuntukkan mu.
Mu yang sedang berenang tawa
mu yang sedang memandang nirwana
mu yang tidak lagi satu dalam presensi .
Berbahagialah selalu !
itu yang pasti kupintakan untuk mu
agar terang langit selalu mengiringi setiap pergimu
dan bintang bertabur tetap menjadi pelita
saat malam menjelang mu.
kan kupohonkan juga untukmu
pintu cadangan yang selalu dibukakan
saat kamu mengetuk pintu-pintu lain terkunci.
Bahagia lah
Bahagia lah
Jadilah tetap dirimu sendiri, hanya bertambahlah bahagia.
Amien.
ps: jawaban ku tidak pernah tidak. aku hanya tidak mengira, kamu tidak pernah menyadari nya. tidak akan pernah, dan lebih baik begitu :)
Samstag, 20. Oktober 2012
Jangan labeli saya, dengan label yang tidak tepat !
Pagi tadi seorang teman menceritakan kehidupan di tempat kerjanya yang baru. Belum lama ini dia kembali ditugaskan di suatu daerah, di luar pulau Jawa. Pesan-pesan singkat yang dia tulis, tersaji dalam hitungan sepersekian detik di layar mobile phone saya. Padahal jarak fisik saya dan dia berbeda ratus ribu kilometer. Dia bercerita, bahwa di daerah, di situ saat ini dia bekerja, dia seringkali dianggap bukan warga pribumi, tapi keturunan chinese. Dan anggapan itu, seringkali menempatkannya di posisi yang kurang menguntungkan. Misalnya saja, saat dia berkunjung ke suatu warung, hanya dengan tujuan tidak lain tidak bukan, membasahi kerongkong dan mengisi perut nya. Pemilik warung itu tiba-tiba menyatakan warung nya tutup, padahal jelas sekali dagangannya masih ada dan belum waktunya tutup. Seorang teman saya ini adalah asli orang Jawa. Sayangnya, penampilan nya memang kurang mendukung untuk dianggap sebagai orang Jawa di mata orang lain. Dibandingkan dengan orang Jawa pada umumnya, kulitnya lebih terang. Matanya juga tidak selebar orang Jawa kebanyakan. Teman saya lalu juga berkata, tidak jarang tatapan aneh harus dia terima dari warga asli daerah itu. Setelah tatapan yang tidak bersahabat itu dia terima, tentu saja ada bisikan-bisikan yang harus dia dengar. Apalagi kalau bukan kata " cina " ...
Saya terus terang tidak tahu harus memberikan tanggapan apa. Bukan karena saya tidak peduli dengan nasib teman saya. Justru karena saya tahu persis apa yang dia rasakan. Saya tahu bagaimana rasanya ditatap aneh lebih dari sepasang dua pasang mata. Saya tahu bagaimana rasanya mendengar bisikan bisikan julukan cina cino chinese. Umur saya sekarang dua puluh enam tahun. Dan dalam dua puluh enam tahun ini, saya tidak menjadi biasa dengan tatapan aneh itu. Julukan julukan itu tidak menjadi nyaman di telinga saya. Intinya, ya.. secuil dari saya tetap masih saja terluka, bila ditatap aneh seperti alien, atau bila dipanggil cina cino chinese.
Tanpa saya bisa memilih. Tanpa ada satu tangan pun saya acungkan untuk bisa mengatur. Tanpa sejentik kuasa .. saya terlahir di Jogjakarta. Salah satu profinsi yang ada di Indonesia. Sejak detik saya lahir, bahasa yang saya dengar di telinga saya adalah bahasa jawa campur indonesia. Lagu-lagu yang saya pertama pelajari adalah satu-satu aku sayang ibu, tentu saja dalam bahasa indonesia. Kemudian sekolah saya mulai dari TK - SMA juga di Indonesia. Saya berbicara dengan bahasa jawa campur indonesia dengan teman-teman saya. Makanan saya bumbu Indonesia. Angin dan air yang saya konsumsi juga tak beda dengan warga Indonesia lainnya. Apa yang membuat saya seenaknya dilabeli cina ?? Kenapa saya harus jadi cina, kalau ke cina pun saya belum pernah, dan bahkan tidak ingin ! Kenapa saya dianggap cina kalau bicara bahasa cina pun saya tidak bisa. Kalaupun leluhur saya berasal dari cina, apakah itu kemauan saya ? Apa dari awalnya saya disodori formulir dengan jawaban yang bisa saya pilih sendiri untuk menyatakan keinginan saya berasal dari bangsa mana ?
Saat ini saya sedang menjalani kuliah di negara Jerman. Orang-orang Jerman tentu saja kesulitan untuk mengetahui dari wajah saja, dari manakah asal saya. Tidak jarang mereka menyapa saya dengan bahasa cina. Saya selalu menjawab nya dengan bahasa jerman. Saya bukan orang cina, saya tidak mengerti bahasa cina, saya orang Indonesia ! Dan jawaban itu, keluar dari hati saya. Karena saya memang lebih bangga sebagai orang Indonesia. Karena saya memang lebih berbesar hati, menjadi seorang Indonesia.
Saya tidak tahu sampai kapan hal ini masih akan tetap berlanjut. Pengelompok-pengelompokan terhadap ras suku agama di Indonesia. Mungkin juga tidak akan pernah berhenti, akan selalu seperti ini. Saya tidak meminta keajaiban. Saya hanya memimpikan pengertian. Tolong mengertilah, bahwa saya terlahir dengan warna kulit, lebar mata, dan jenis rambut yang seperti ini, bukan pilihan saya. Tapi saya memilih untuk menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Saya memilih untuk mencintai negara Indonesia. Tolong mengertilah apa yang bisa dan tidak bisa saya pilih atau tentukan. Tolong hentikan tatapan-tatapan aneh itu, karena saya bukan alien atau musuh. Tolong hentikan pikiran-pikiran yang seketika merayap di benak sambil menjuluki saya cina cino chinese, karena saya juga Indonesia, hanya saja dengan penampilan yang berbeda, dan saya tidak punya kuasa atas hal itu.
jikalau satu dari kalian, mau melabeli saya dengan suku, tidak ada suku lain yang saya kenal dan agungkan, selain seorang Jawa.
PS : tulisan ini hanya melarungkan sebuah mimpi . yang entah akan kemana . bukan bermaksud untuk menyinggung atau menjelekkan pihak mana pun. sama sekali tidak ada tujuan ke sana.
Saya terus terang tidak tahu harus memberikan tanggapan apa. Bukan karena saya tidak peduli dengan nasib teman saya. Justru karena saya tahu persis apa yang dia rasakan. Saya tahu bagaimana rasanya ditatap aneh lebih dari sepasang dua pasang mata. Saya tahu bagaimana rasanya mendengar bisikan bisikan julukan cina cino chinese. Umur saya sekarang dua puluh enam tahun. Dan dalam dua puluh enam tahun ini, saya tidak menjadi biasa dengan tatapan aneh itu. Julukan julukan itu tidak menjadi nyaman di telinga saya. Intinya, ya.. secuil dari saya tetap masih saja terluka, bila ditatap aneh seperti alien, atau bila dipanggil cina cino chinese.
Tanpa saya bisa memilih. Tanpa ada satu tangan pun saya acungkan untuk bisa mengatur. Tanpa sejentik kuasa .. saya terlahir di Jogjakarta. Salah satu profinsi yang ada di Indonesia. Sejak detik saya lahir, bahasa yang saya dengar di telinga saya adalah bahasa jawa campur indonesia. Lagu-lagu yang saya pertama pelajari adalah satu-satu aku sayang ibu, tentu saja dalam bahasa indonesia. Kemudian sekolah saya mulai dari TK - SMA juga di Indonesia. Saya berbicara dengan bahasa jawa campur indonesia dengan teman-teman saya. Makanan saya bumbu Indonesia. Angin dan air yang saya konsumsi juga tak beda dengan warga Indonesia lainnya. Apa yang membuat saya seenaknya dilabeli cina ?? Kenapa saya harus jadi cina, kalau ke cina pun saya belum pernah, dan bahkan tidak ingin ! Kenapa saya dianggap cina kalau bicara bahasa cina pun saya tidak bisa. Kalaupun leluhur saya berasal dari cina, apakah itu kemauan saya ? Apa dari awalnya saya disodori formulir dengan jawaban yang bisa saya pilih sendiri untuk menyatakan keinginan saya berasal dari bangsa mana ?
Saat ini saya sedang menjalani kuliah di negara Jerman. Orang-orang Jerman tentu saja kesulitan untuk mengetahui dari wajah saja, dari manakah asal saya. Tidak jarang mereka menyapa saya dengan bahasa cina. Saya selalu menjawab nya dengan bahasa jerman. Saya bukan orang cina, saya tidak mengerti bahasa cina, saya orang Indonesia ! Dan jawaban itu, keluar dari hati saya. Karena saya memang lebih bangga sebagai orang Indonesia. Karena saya memang lebih berbesar hati, menjadi seorang Indonesia.
Saya tidak tahu sampai kapan hal ini masih akan tetap berlanjut. Pengelompok-pengelompokan terhadap ras suku agama di Indonesia. Mungkin juga tidak akan pernah berhenti, akan selalu seperti ini. Saya tidak meminta keajaiban. Saya hanya memimpikan pengertian. Tolong mengertilah, bahwa saya terlahir dengan warna kulit, lebar mata, dan jenis rambut yang seperti ini, bukan pilihan saya. Tapi saya memilih untuk menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Saya memilih untuk mencintai negara Indonesia. Tolong mengertilah apa yang bisa dan tidak bisa saya pilih atau tentukan. Tolong hentikan tatapan-tatapan aneh itu, karena saya bukan alien atau musuh. Tolong hentikan pikiran-pikiran yang seketika merayap di benak sambil menjuluki saya cina cino chinese, karena saya juga Indonesia, hanya saja dengan penampilan yang berbeda, dan saya tidak punya kuasa atas hal itu.
jikalau satu dari kalian, mau melabeli saya dengan suku, tidak ada suku lain yang saya kenal dan agungkan, selain seorang Jawa.
PS : tulisan ini hanya melarungkan sebuah mimpi . yang entah akan kemana . bukan bermaksud untuk menyinggung atau menjelekkan pihak mana pun. sama sekali tidak ada tujuan ke sana.
Sonntag, 30. September 2012
ausnahmsweise
empat kelopak daun semanggi, pernah kupohonkan untuk mu.
itu dulu. saat dongeng mu adalah pengantar tiap tidur ku. saat tulis mu adalah sejuk embun pagi ku.
sekarang ?
aku bahkan tidak lagi tahu di mana kamu pijakkan berdiri mu.
kamu bukan lagi yang nomor wahid yang kucari sebagai tempat berteduh. sekarang aku punya andalan ku sendiri, saat hari terlalu terik, ataupun hujan terlalu deras , ada tempat lain yang kutuju.
aku bukan lagi bintang utara mu yang berkerlip mengingatkan arah pulang, saat kamu tersesat. dan aku yakin ! sekarang, pasti kamu punya jutaan bintang utara membimbing mu.
waktu berlalu . hal berubah . kamu . aku . ki-ta . lalu dan kini .
namun hei ,
seandainya kamu mampir ke mari , dan membaca coretan ini. tidak ada orang lain yang akan lebih cepat mengenali selain kamu sendiri, ini untuk kamu .
aku tulis lagi, agar kamu lebih mengerti , ini buat kamu , yang cuma satu.
jadi ..
empat kelopak daun semanggi, pernah kupohonkan untuk mu .. masih tetap kupohonkan untuk mu .
kamu cuma satu .
entah siapa kamu sekarang . entah siapa aku sekarang .
selamat menerima kelopak yang keempat.
aku .
itu dulu. saat dongeng mu adalah pengantar tiap tidur ku. saat tulis mu adalah sejuk embun pagi ku.
sekarang ?
aku bahkan tidak lagi tahu di mana kamu pijakkan berdiri mu.
kamu bukan lagi yang nomor wahid yang kucari sebagai tempat berteduh. sekarang aku punya andalan ku sendiri, saat hari terlalu terik, ataupun hujan terlalu deras , ada tempat lain yang kutuju.
aku bukan lagi bintang utara mu yang berkerlip mengingatkan arah pulang, saat kamu tersesat. dan aku yakin ! sekarang, pasti kamu punya jutaan bintang utara membimbing mu.
waktu berlalu . hal berubah . kamu . aku . ki-ta . lalu dan kini .
namun hei ,
seandainya kamu mampir ke mari , dan membaca coretan ini. tidak ada orang lain yang akan lebih cepat mengenali selain kamu sendiri, ini untuk kamu .
aku tulis lagi, agar kamu lebih mengerti , ini buat kamu , yang cuma satu.
jadi ..
empat kelopak daun semanggi, pernah kupohonkan untuk mu .. masih tetap kupohonkan untuk mu .
kamu cuma satu .
entah siapa kamu sekarang . entah siapa aku sekarang .
selamat menerima kelopak yang keempat.
aku .
Dienstag, 4. Oktober 2011
membunuh J !
aku di sini
kamu di sana
j a r a k , dengan setia menjadi penengah
laiknya orang pongah
selalu minta diikut-ikutkan
diturutcampurkan
mungkin merasa dirinya anak semata wayang
bapa biyung harus tertuju mata kepadanya.
tapi aku benci dia
tanpa embel-embel
tanpa harus ada jabar alasan sebab asal muasal
aku hanya muak
karena dia selalu menengahi
antara aku dan kamu
karena aku jadi tak bisa langsung di sebelah mu
karena aku merasa dia lebih dekat dengan mu
( meskipun dia juga lebih dekat dengan ku
- dan aku tak mau ! )
dasar pongah
tak tahu kalau tak dimaui.
tapi kamu bilang sabar
karena dari j a r a k kita belajar
sisipkan rindu di sela-sela nya
kokohkan setia di kerangkanya
dan kamu juga bilang
rasa yang ditempa
akan lebih baik matangnya
kamu membela nya
si pongah itu
kamu percaya dia akan meraib dari tengah-tengah
aku hanya harus bersabar.
malam ini
dengan berkendara nokturno
aku berniat menghabisi saja riwayat si j a r a k.
dan kalau besok embun pertama
menetes di atap rumah mu
ketahuilah
akan ada bibir ku mengecup kening mu
tanpa ada lagi penengah kita
si makhluk pongah itu .
( untuk kamu, malam ini rindu nya sudah kelewatan. jadi maaf, biarkan tulisan ku yang kacau meracau :) . Do your work, Don't be Stupid. I am waiting !! :* :* )
kamu di sana
j a r a k , dengan setia menjadi penengah
laiknya orang pongah
selalu minta diikut-ikutkan
diturutcampurkan
mungkin merasa dirinya anak semata wayang
bapa biyung harus tertuju mata kepadanya.
tapi aku benci dia
tanpa embel-embel
tanpa harus ada jabar alasan sebab asal muasal
aku hanya muak
karena dia selalu menengahi
antara aku dan kamu
karena aku jadi tak bisa langsung di sebelah mu
karena aku merasa dia lebih dekat dengan mu
( meskipun dia juga lebih dekat dengan ku
- dan aku tak mau ! )
dasar pongah
tak tahu kalau tak dimaui.
tapi kamu bilang sabar
karena dari j a r a k kita belajar
sisipkan rindu di sela-sela nya
kokohkan setia di kerangkanya
dan kamu juga bilang
rasa yang ditempa
akan lebih baik matangnya
kamu membela nya
si pongah itu
kamu percaya dia akan meraib dari tengah-tengah
aku hanya harus bersabar.
malam ini
dengan berkendara nokturno
aku berniat menghabisi saja riwayat si j a r a k.
dan kalau besok embun pertama
menetes di atap rumah mu
ketahuilah
akan ada bibir ku mengecup kening mu
tanpa ada lagi penengah kita
si makhluk pongah itu .
( untuk kamu, malam ini rindu nya sudah kelewatan. jadi maaf, biarkan tulisan ku yang kacau meracau :) . Do your work, Don't be Stupid. I am waiting !! :* :* )
Freitag, 10. Juni 2011
ke-tiga
dia
SMS :
sedang apakah kamu wahai lelaki ? sedang dimanakah ada mu ? aku tahu tempat terbaik mu adalah di sini. bersama ku. seharusnya. namun di mana pun berdiri mu saat ini. kupohonkan untuk mu. langit yang terang bersinar. agar lapang jalan mu tak perlu kau tersesat di satu simpang yang melintang. aku harapkan keberuntungan memilih untuk lekat dengan mu dan segala penyakit dan kebusukan menjauh dari diri mu. dan saat semua kerja mu sudah terselesaikan. saat gelap mulai menyapa dan kau mulai merasa lelah. datanglah kepada ku, wahai lelaki. satu-satu nya lelaki yang akan kucinta selama masih nafas ku bersarang. aku akan menyambutmu dengan pelukan terbuka. dengan harum tubuhku akan kubuai kau hingga terlelap membuang segala penat. dengan lembut belaiku akan kukirim kau ke tempat semua luka tak terlihat tersembuhkan. lelaki.. , jangan buat ku terlalu lama menunggu.
lelaki
SMS :
seandainya bisa. kamu tahu, akan kuputar waktu untuk mengulang segalanya. yang akan kupilih adalah kamu, dan bukan dia. entah ramuan apa sudah membutakanku di masa lalu hingga aku memilihnya. entah jampi-jampian macam apa sudah membuatku sekhilaf itu untuk mengikat janji suci sehidup semati dengannya. cih ! bukan untuk dia. namun untuk kamu, aku rela melepaskan nyawa ku. sayang, kamu tahu saat ini aku sedang di mana. percayalah aku muak berada di sini. dan yakinlah, meski tubuh ini tidak bersama mu, namun pikiran ini selalu menuju pada mu. hanya wangi mu semerbak di cium ku. hanya gelak manja mu ngiang di dengar ku. dan hanya bersama dengan mu lah yang kuingini saat ini. sayang, tidak akan kubiarkan kamu menunggu lebih lama lagi. tunggu !
wanita
benak :
kesalahan apa yang begitu fatal yang sudah kuperbuat ? yang membuat mu berpaling. yang membuat mu menyatakan diri mu sendiri sebagai buta dan khilaf , karena pernah mencintaiku. bukan kah itu dulu memang cinta ? seharusnya kamu adalah orang yang paling tahu. tidak pernah ada ramuan. tidak pernah ada muslihat. apa yang sekarang harus ku lakukan untuk mengingatkan mu kembali pada rasa mu yang dulu ? tubuhku memang bertambah tua. tidak ada yang bisa kubanggakan untuk ditandingkan dengan nya. nya, kepada nya kau kini mengemis cinta. namun rasa ku untuk mu masih lah sama. belum keriput seperti kulitku. belum menipis seperti rambutku. kamu lah imam ku. yang akan ku ikuti kemana pun langkahmu pergi. dalam gelap dalam terang. dalam tangis dalam tawa. dengan mu lah aku sanggupi menanggung semuanya bersama. katakan lah pada ku, wahai imam ku. apa yang harus kulakukan ? kalau rumah ini kini sekedar bangunan tak bermakna bagimu. kalau pulang adalah kata yang kamu benci setengah mati. kalau kebersamaan dengan ku adalah hal yang paling ingin kau akhiri.
seberapa yakinkah diri mu, kalau dia mencintai mu , seperti aku mencintai mu ? apakah kilauan paras nya sebanding dengan tulus hati nya ? apakah cukup dia bernyali menjemput mati, menahan sakit , untuk melahirkan anakanak mu ? benarkah yang dicintainya adalah utuh diri mu , bukan hanya kokoh dan sehat mu ?
aku. aku yang ada di sini, dari semula hingga saat ini. dan aku akan masih tetap berteduh di sini, di bawah janji suci pernah sekali kita ikrarkan bersama.
aku. aku yang akan tetap ada di sini. jadi jika suatu saat. kamu ingin pulang. jika suatu saat. kamu merindukan rumah mu. kamu tidak akan kesepian. kamu tidak akan sendirian. karena aku menunggu. sampai kapan pun kamu siap. aku menunggu.
dengan tulisan ini, saya hanya ingin melaknatkan semua bentuk perselingkuhan. baik dalam suatu pernikahan. atau tunangan. atau pacaran. it's coward ! and it's not fair !!
tulisan ini cuma gambaran. dan tidak berarti saya memojokkan salah satu gender. bukan berarti saya beranggapan pihak yang ditinggalkan selalu wanita, dan yang meninggalkan selalu pria. hal ini TENTU saja dapat terjadi sebaliknya.
for all curious readers :P ,
it's not about me. i have a great boyfriend and i believe in him.
SMS :
sedang apakah kamu wahai lelaki ? sedang dimanakah ada mu ? aku tahu tempat terbaik mu adalah di sini. bersama ku. seharusnya. namun di mana pun berdiri mu saat ini. kupohonkan untuk mu. langit yang terang bersinar. agar lapang jalan mu tak perlu kau tersesat di satu simpang yang melintang. aku harapkan keberuntungan memilih untuk lekat dengan mu dan segala penyakit dan kebusukan menjauh dari diri mu. dan saat semua kerja mu sudah terselesaikan. saat gelap mulai menyapa dan kau mulai merasa lelah. datanglah kepada ku, wahai lelaki. satu-satu nya lelaki yang akan kucinta selama masih nafas ku bersarang. aku akan menyambutmu dengan pelukan terbuka. dengan harum tubuhku akan kubuai kau hingga terlelap membuang segala penat. dengan lembut belaiku akan kukirim kau ke tempat semua luka tak terlihat tersembuhkan. lelaki.. , jangan buat ku terlalu lama menunggu.
lelaki
SMS :
seandainya bisa. kamu tahu, akan kuputar waktu untuk mengulang segalanya. yang akan kupilih adalah kamu, dan bukan dia. entah ramuan apa sudah membutakanku di masa lalu hingga aku memilihnya. entah jampi-jampian macam apa sudah membuatku sekhilaf itu untuk mengikat janji suci sehidup semati dengannya. cih ! bukan untuk dia. namun untuk kamu, aku rela melepaskan nyawa ku. sayang, kamu tahu saat ini aku sedang di mana. percayalah aku muak berada di sini. dan yakinlah, meski tubuh ini tidak bersama mu, namun pikiran ini selalu menuju pada mu. hanya wangi mu semerbak di cium ku. hanya gelak manja mu ngiang di dengar ku. dan hanya bersama dengan mu lah yang kuingini saat ini. sayang, tidak akan kubiarkan kamu menunggu lebih lama lagi. tunggu !
wanita
benak :
kesalahan apa yang begitu fatal yang sudah kuperbuat ? yang membuat mu berpaling. yang membuat mu menyatakan diri mu sendiri sebagai buta dan khilaf , karena pernah mencintaiku. bukan kah itu dulu memang cinta ? seharusnya kamu adalah orang yang paling tahu. tidak pernah ada ramuan. tidak pernah ada muslihat. apa yang sekarang harus ku lakukan untuk mengingatkan mu kembali pada rasa mu yang dulu ? tubuhku memang bertambah tua. tidak ada yang bisa kubanggakan untuk ditandingkan dengan nya. nya, kepada nya kau kini mengemis cinta. namun rasa ku untuk mu masih lah sama. belum keriput seperti kulitku. belum menipis seperti rambutku. kamu lah imam ku. yang akan ku ikuti kemana pun langkahmu pergi. dalam gelap dalam terang. dalam tangis dalam tawa. dengan mu lah aku sanggupi menanggung semuanya bersama. katakan lah pada ku, wahai imam ku. apa yang harus kulakukan ? kalau rumah ini kini sekedar bangunan tak bermakna bagimu. kalau pulang adalah kata yang kamu benci setengah mati. kalau kebersamaan dengan ku adalah hal yang paling ingin kau akhiri.
seberapa yakinkah diri mu, kalau dia mencintai mu , seperti aku mencintai mu ? apakah kilauan paras nya sebanding dengan tulus hati nya ? apakah cukup dia bernyali menjemput mati, menahan sakit , untuk melahirkan anakanak mu ? benarkah yang dicintainya adalah utuh diri mu , bukan hanya kokoh dan sehat mu ?
aku. aku yang ada di sini, dari semula hingga saat ini. dan aku akan masih tetap berteduh di sini, di bawah janji suci pernah sekali kita ikrarkan bersama.
aku. aku yang akan tetap ada di sini. jadi jika suatu saat. kamu ingin pulang. jika suatu saat. kamu merindukan rumah mu. kamu tidak akan kesepian. kamu tidak akan sendirian. karena aku menunggu. sampai kapan pun kamu siap. aku menunggu.
dengan tulisan ini, saya hanya ingin melaknatkan semua bentuk perselingkuhan. baik dalam suatu pernikahan. atau tunangan. atau pacaran. it's coward ! and it's not fair !!
tulisan ini cuma gambaran. dan tidak berarti saya memojokkan salah satu gender. bukan berarti saya beranggapan pihak yang ditinggalkan selalu wanita, dan yang meninggalkan selalu pria. hal ini TENTU saja dapat terjadi sebaliknya.
for all curious readers :P ,
it's not about me. i have a great boyfriend and i believe in him.
Abonnieren
Posts (Atom)